Share

Posting Kinerja Polisi, Ongen Dianiaya 4 Pria Diduga Aparat dan Disuruh Minta Maaf ke Anjing Pelacak

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 06 Oktober 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 337 2681942 posting-kinerja-polisi-ongen-dianiaya-4-pria-diduga-aparat-dan-disuruh-minta-maaf-ke-anjing-pelacak-VkYirzIz0P.jpg Ilustrasi okezone

JAKARTA- Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama LBH Marimoi mengecam dugaan tindakan penyiksaan terhadap seorang mahasiswa bernama Yulius Yatu alias Ongen oleh empat oknum diduga aparat kepolisian Polres Halmahera Utara.

(Baca juga: Oknum Polisi Pukul dan Cekik Emak-Emak di Pinrang Ditahan di Sel Khusus)

"KontraS bersama LBH Marimoi mengecam aksi empat oknum polisi yang menyiksa salah satu mahasiswa atas nama Yulius Yatu alias Ongen," ujar Staf Divisi Hukum KontraS Abimanyu Septiadji Sungsang, Kamis (6/10/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun KontaS, kronologi peristiwa keji tersebut bermula saat Yulius memposting kinerja aparat penegak hukum yang buruk dalam pengamanan aksi massa terkait kenaikan harga BBM melalui status WhatsApp korban.

Sehari setelah memposting tersebut, rumahnya didatangi empat orang tidak dikenal sekitar pukul 21.00 WIT hingga terjadi penganiayaan.

"Kemudian para pelaku sontak memukul tepat di bagian wajah, korban dicekik, dan dibawa keluar dari rumah menuju jalan umum. Ketika korban diseret, pelaku tetap memukuli korban hingga menyebabkan luka lebam di bawah mata, bibir bagian bawah pecah, dan kembali dicekik hingga korban jatuh pingsan," jelasnya.

KontaS menemukan indikasi dugaan tindakan penyiksaan dan perbuatan keji yang diduga dilakukan oleh aparat penegak hukum Polres Halmahera Utara. Penggunaan cara kekerasan berupa penyiksaan dalam agenda pemeriksaan tidak diperkenankan dalam kondisi atau situasi apapun (non-derogable rights).

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Apabila perlakuan penyiksaan terjadi kepada korban, maka dapat dipastikan telah terjadi berbagai bentuk pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku, baik secara pidana, etik, maupun instrumen hak asasi manusia oleh anggota Polri dalam melakukan prosedur pemeriksaan atas kasus dugaan kejahatan pidana," bebernya.

"Selanjutnya, korban dipaksa untuk jalan jongkok dan lari mengelilingi lingkungan Polres Halmahera Utara hingga berguling di jalan aspal, dan kembali lari mengelilingi lapangan bola voli sebanyak 5 (lima) kali dengan alasan sebagai ajang pengenalan perdana masuk ke kantor Polres tersebut,” sambungnya.

Sambil terpaksa melakukan perintah tersebut, korban juga terus diintimidasi dan disuruh meminta maaf kepada anjing pelacak Polres Halmahera Utara. Setelah diperlakukan dengan keji selama kurang lebih 2 (dua) jam, korban diantar pulang menuju rumahnya oleh salah satu pelaku yang diduga turut serta menangkap korban atas nama F K.

KontraS mendesak agar para pelaku dapat diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ditempuh melalui mekanisme peradilan pidana.

“Kami menilai, pasal yang tepat untuk disangkakan berdasarkan temuan fakta-fakta hukum di atas adalah Pasal 353 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP yang pada intinya menyatakan bahwa 'Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun',” pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini