Share

Wapres: Stunting Sumber Malapetaka Jika Tak Segera Diatasi

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 06 Oktober 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 337 2681883 wapres-stunting-sumber-malapetaka-jika-tak-segera-diatasi-Ic6WQbs5Lx.jpg Wapres KH Maruf Amin (Foto : Antara)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut stunting sumber malapetaka jika tidak segera diatasi. Stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan juga problem kemanusiaan, bahkan dapat menghambat perekonomian dan masa depan pembangunan negara.

“(Stunting) ini lemah, itu dalam arti yang sangat luas, termasuk kesehatan yang lemah, pendidikan yang lemah, ekonominya lemah dan stunting itu berdampak bukan hanya pada kesehatan tapi juga kepada ekonomi, kepada pendidikannya nanti tidak baik," ujar Wapres dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

"Itu stunting sumber malapetaka kalau tidak kita atasi,” imbuhnya.

Wapres menegaskan bahwa pemerintah secara agresif telah mengambil langkah penanganan stunting. Salah satunya dengan berkolaborasi dengan swasta.

Baca juga: Wapres Maruf Amin: Isu Perubahan Iklim Jadi Perhatian Global, Dirasakan Setiap Negara

“Untuk mencapai target stunting 14% pada 2024, dibutuhkan kerja cepat, kerja cerdas, dan yang terpenting, kerja kolaborasi karena kerja berjamaah semua pihak, termasuk partisipasi aktif penyuluh agama, da’i, dan da’iyah,” paparnya.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Akan Hadiri KTT COP 27 di Mesir

Mantan Ketum MUI menambahkan bahwa dengan jumlah sekitar 50.232 orang di seluruh Indonesia, para penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Keterlibatan penyuluh agama sangat diperlukan melalui khotbah, ceramah, dan taushiyah untuk mengajak masyarakat dalam mempercepat upaya penurunan stunting,” tuturnya.

Menurutnya, pendekatan keagamaan sangat penting untuk menyampaikan pesan-pesan penurunan stunting, karena masyarakat Indonesia yang mayoritas merupakan umat muslim. Sehingga hal itu menjadikan agama sebagai landasan hidup yang menentukan tujuan hingga praktik kehidupan sehari-hari.

“Upaya mendorong percepatan penurunan stunting adalah langkah-langkah mulia untuk mengimplementasikan maqashid asy-syari’ah (tujuan-tujuan disyari’atkan Islam), terutama hifdh an-nafs (perlindungan jiwa), hifdh al-‘aql (perlindungan akal), dan hifdh an-nasl (perlindungan keturunan), sehingga menjadi bagian dari ibadah yang harus diamalkan dan didakwahkan kepada masyarakat,” papar Wapres.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini