Share

Wapres Maruf Amin Minta Stunting Jadi Materi Khotbah, Ceramah, dan Tausiah

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 06 Oktober 2022 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 337 2681803 wapres-maruf-amin-minta-stunting-jadi-materi-khotbah-ceramah-dan-tausiah-ndVu0uHdAc.jpg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta agar stunting menjadi materi khotbah, ceramah, dan tausiah oleh para penyuluh agama, da’i, dan da’iyah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting sebesar 14% di tahun 2024.

“Peran da’i, da’iyah, dan penyuluh agama saya kira sangat vital, sebab mereka hadir langsung di tengah komunitas. Khotbah, ceramah, dan tausiah dapat menjadi media pendidikan yang efektif untuk meneruskan pesan-pesan kebaikan kepada umat, termasuk edukasi bahaya stunting dan cara mencegahnya,” ungkap Wapres dalam keterangannya saat menghadiri Halaqoh Nasional “Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting” di Istana Wapres, Kamis (6/10/2022).

Wapres pun menilai, dengan jumlah sekitar 50.232 orang di seluruh Indonesia, para penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Dia pun menegaskan bahwa stunting bisa menjadi sumber malapetaka jika tidak segera diatasi.

“Ini (stunting) yang lemah itu dalam arti yang sangat luas, termasuk kesehatan yang lemah, pendidikan yang lemah, ekonominya lemah dan stunting itu berdampak bukan hanya pada kesehatan tapi juga kepada ekonomi, kepada pendidikannya nanti tidak baik, itu stunting sumber malapetaka kalau tidak kita atasi,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa Kemenag telah menerbitkan buku pedoman khotbah yang bisa dijadikan rujukan. “Jadi terkait dengan materi khotbah, Kementerian Agama ini menerbitkan buku khotbah yang kita berikan kepada masjid-masjid agar ketika dalam penyampaian khotbah terutama khotbah Jumat ya, para khotib ini bisa menggunakan buku ini sebagai salah satu sumber,” paparnya.

Meski begitu, kata Yaqut, pihaknya tidak memaksakan akan menggunakan buku pedoman ini untuk khotbah. “Tentu tidak ada yang bisa memaksakan ini dipakai atau tidak. Tapi sebagai anjuran, Saya kira tadi Pak Wapres juga menekankan bahwa stunting itu bagian dari syariah, tujuan dari syariat, tujuan agama. Saya kira khotib mengerti betul soal ini, maka materi stunting pun akan masuk dalam khutbah-khutbah mereka,” katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(kha)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini