Share

Komnas HAM Sebut Banyak Korban Tragedi Kanjuruhan Alami Patah Tulang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 05:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 337 2681544 komnas-ham-sebut-banyak-korban-tragedi-kanjuruhan-alami-patah-tulang-ZVHYsTFaSH.jpg Gate 13 Stadion Kanjuruhan/ Doc: Avirista Midaada

JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam mengungkapkan, banyak korban tragedi Kanjuruhan Malang yang kondisinya memprihatinkan. Termasuk, kondisi korban luka. Mayoritas korban luka mengalami patah tulang mulai dari kaki hingga rahang.

"Termasuk kondisi luka, kondisi luka ini, macem-macem kondisi luka, ada yang kaki patah, ada yang rahang patah, ada yang memar dan sebagainya," kata Anam melalui tayangan video, Kamis (6/10/2022).

 BACA JUGA:Ratusan Rumah di Palopo Terendam Banjir, Warga Dievakuasi

Anam mendapatkan dokumentasi kondisi korban tewas akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan saat menyambangi Malang sejak Senin, 3 Oktober 2022. Tak hanya itu, Anam juga telah bertemu dengan korban luka yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Mereka juga menceritakan bagaimana kondisinya. Ada yang beberapa memprihatinkan karena kena gas air mata, matanya sangat merah," beber Anam.

 BACA JUGA:Waspada! Hujan Angin Diprediksi Terjang Jakarta Sore Hari

"Bahkan, kami bertemu dengan salah satu korban yang itu peristiwa hari Sabtu, Minggu, Senin bertemu dengan kami, Senin itu baru bisa melihat, sebelumnya enggak bisa melihat, matanya sakit kalau dibuka, dadanya perih, sesak nafas, tenggorokannya perih," sambungnya.

Untuk diketahui, Komnas HAM menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menegaskan ratusan jiwa. Tim investigasi tersebut diterjunkan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut.

Sekadar informasi, ratusan orang meninggal dunia buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu, 1 Oktober 2022, malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Di mana, laga bergengsi tersebut dimenangkan Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sejumlah oknum Aremania -suporter Arema FC- yang tak terima atas kekalahan tersebut kemudian merangsek masuk ke lapangan. Anggota kepolisian kemudian menghalau para suporter dengan menembakkan gas air mata. Berkali-kali gas air mata ditembakkan ke arah bangku penonton.

Akibatnya, para penonton berhamburan keluar stadion. Para penonton yang panik kemudian berdesakan untuk bisa ke luar stadion hingga menimbulkan ratusan korban jiwa. Mayoritas korban meninggal karena kehabisan nafas dan terinjak-injak saat mencoba keluar dari stadion.

Sejauh ini, polisi menyebut korban tewas akibat peristiwa tersebut sebanyak 131 orang. Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mendapat data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa korban tewas sudah mencapai 174 orang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini