Share

Jokowi Tekankan Pentingnya Konstitusional Justice di Kongres MK Sedunia

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 06 Oktober 2022 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 337 2681521 jokowi-tekankan-pentingnya-konstitusional-justice-di-kongres-mk-sedunia-c68dgRxnCa.jpg Presiden Jokowi (Foto: Carlos Roy Fajarta)

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, betapa pentingnya menegakkan konstitusional justice. Terutama dalam mewujudkan demokrasi yang sehat di setiap negara.

Hal tersebut dikatakan Jokowi saat pembukaan Kongres ke-5 Konferensi Badan Peradilan Konstitusi se-Dunia Tahun 2022 di Bali pada Rabu (5/10/2022).

"Saya memahami pentingnya peran bapak ibu yang mulia para hakim konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Jokowi.

 BACA JUGA:Buka Kongres MK Sedunia, Jokowi Harap Ada Langkah Bersama Tangani Krisis

Jokowi menambahkan, Mahkamah Konstitusi merupakan pilar utama dalam menegakkan konstitusional justice. Yakni, elemen kunci dari demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, dan kepastian hukum.

"Namun, tugas bapak ibu yang mulia hakim konstitusi dan juga tugas kita bersama saat ini semakin sulit dan semakin berat. Selain menegakkan konstitusional justice semua negara di dunia saat ini harus menangani beberapa krisis," lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, pandemi belum sepenuhnya berakhir, perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit, dan dunia dikejutkan lagi dengan perang antara Rusia dan Ukraina membuat kacau rantai pasok perdagangan global.

BACA JUGA:Jokowi Teken Keppres TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Berikut Isinya 

Hal ini membuat krisis pangan, krisis energi, dan krisis finansial tidak terhindarkan lagi. "Saya yakin 119 negara yang hadir pada konferensi ini juga harus berjuang menghadapi masalah yang sama, bagaimana menghadapi krisis pangan bagaimana menghadapi krisis energi dan bagaimana menghadapi krisis finansial," tutur Jokowi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dikatakan Jokowi, bahwa krisis yang dipicu oleh pandemi dan kemudian diperparah oleh perang Rusia Ukraina, tampaknya belum ada harapan untuk segera usai. Sebab, meskipun pandemi Covid-19 memang mulai mereda, namun semua negara tetap harus selalu waspada, tetapi perang Rusia Ukraina dan masing-masing sekutunya belum ada tanda-tanda akan segera berhenti.

"Perang yang berkelanjutan akan mengakibatkan krisis dunia yang berkelanjutan. Tentu saja kita ingin perang segera dihentikan dan perdamaian segera dibangun, itu harapan kita semua kita harus bersama-sama berjuang untuk menghentikan perang dan membangun perdamaian," kata Jokowi.

Jokowi menuturkan bahwa, setiap negara harus bersiap untuk memitigasi dan mengelola krisis dengan sebaik-baiknya. Selain memperjuangkan konstitusional justice yang merupakan elemen kunci dari demokrasi, perlindungan HAM, dan kepastian hukum, masing-masing negara pasti sedang berjuang keras menghadapi krisis pangan energi dan finansial.

Masing-masing negara pasti saat ini sedang mencari titik sinergi antara konstitusional justice dan penanganan krisis-krisis tersebut.

"Bapak ibu yang mulia para hakim konstitusi yang saya hormati saya sangat mengharapkan konferensi ini menjadi forum untuk bertukar pikiran dan bertukar pengalaman," kata Jokowi.

Jokowi berharap adanya langkah bersama lintas negara dalam membangun perdamaian dalam menangani krisis dan sekaligus dalam menegakkan konstitusional justice di tengah menguatnya rivalitas antar negara baik di bidang militer maupun ekonomi.

"Kita harus memperkuat rajutan persahabatan antar bangsa, kita harus mendorong jalinan kerjasama antar negara, kita perbanyak kolaborasi untuk mewujudkan stabilitas, perdamaian dan kemakmuran dunia," katanya.

Jokowi menegaskan, bahwa untuk mencapai hal tersebut perlu ruang-ruang kerja sama antar negara. "Kerja sama itu baik dalam konteks bilateral, maupun multilateral. Persaudaraan dan solidaritas harus terus kita bangun dengan langkah-langkah yang nyata dan hasil-hasil yang nyata," pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini