Share

Bantu Anak TKI, RPA Perindo Kawal Pemulangan Ibunya dari Malaysia

Nur Khabibi, MNC Portal · Kamis 06 Oktober 2022 01:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 337 2681516 bantu-anak-tki-rpa-perindo-kawal-pemulangan-ibunya-dari-malaysia-bd9EANsCFD.jpg Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Perindo Tama S Langkun bersama RPA Perindo (Foto: Nur Khabibi)

JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tama S. Langkun mendampingi Mahendra Rastrawardana yang ibunya menjadi TKI di Malaysia ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI).

Tama mendampingi ke Kemenlu RI, karena ibunda dari Mahendra, Suci Anjarwati tidak kunjung pulang ke Tanah Air. Padahal, kontrak kerjanya sudah selesai.

BACA JUGA:Anak TKI Minta Bantuan RPA Perindo, Harap Ibu Bisa Pulang dan Haknya Dipenuhi 

Dijelaskan Tama, kronologi bermula sekitar Oktober 2019 ketika Suci mendapatkan tawaran dari seseorang yang mengaku dari agensi resmi penyalur TKI. Karena tertarik dengan tawaran tersebut, Suci pun menyetujui ajakan untuk bekerja di Malaysia.

"Keluarga sendiri itu tahunya dia (agen) resmi, tapi ternyata begitu sampai di sana ada banyak hal-hal yang kemudian kami anggap janggal," kata Tama kepada MNC Portal Indonesia di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2022).

"Soal yang seharusnya (agensi) resmi ternyata sampai di sana tidak ada dokumen satu pun yang bisa ditunjukkan oleh agen dan yang pada akhirnya ibu Suci di sana harus mengalami proses hukum karena dianggap TKI yang tidak berdokumen/non-prosedural, ini kemudian yang menjadi persoalan," imbuhnya.

BACA JUGA:Ibu Tak Kunjung Pulang, Anak TKI Ini Minta Pendampingan RPA Perindo 

Tama menambahkan, kejanggalan sudah bermula pada saat perjalanan Suci ke Malaysia. Pada awal perjanjian, Suci berangkat ke Malaysia menggunakan transportasi udara, namun pada kenyataannya Suci pergi ke Negeri Jiran dengan menggunakan jalur laut.

"Informasi ini kita tahu setelah Ibu Suci bekerja di Malaysia," ujarnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Suci yang sudah tiga tahun bekerja di Malaysia ternyata juga sudah tiga kali berpindah-pindah majikan. Selama itu pula Suci tidak menerima upahnya.

"Sampai saat ini yang seharusnya kontraknya habis di bulan Juli dia pulang ke Indonesia dan kemudian dia tidak bisa pulang ke Indonesia," tuturnya.

Sebab itu, Tama dan RPA Perindo mendampingi Mahendra mendatangi Kemenlu RI. "Kita berharap kepada Kemenlu untuk membantu sebisa mungkin menggunakan jalur diplomasi sehingga bisa segera pulang ke Indonesia," ucapnya.

Selain berusaha untuk memulangkan sesegera mungkin Suci ke Indonesia, Tama menyebutkan LBH dan RPA Perindo juga akan membantu dalam hal menagih hak Suci selama tiga tahun bekerja Indonesia.

"Poin lainnya adalah kita juga tentu ke depan akan meminta pertanggungjawaban kepada agen yang kemudian membawa Ibu Suci ke luar negeri yang klaim awalnya resmi yang pada faktanya dia tidak resmi," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini