Share

Tragedi Kanjuruhan, 31 Anggota Polisi Diperiksa Maraton

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 23:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 337 2681491 tragedi-kanjuruhan-31-anggota-polisi-diperiksa-maraton-VPQUdY2pxW.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: MPI/Indra Purnomo)

MALANG - Kasus tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur masih diusut. Hingga saat ini, 31 anggota kepolisian diperiksa hingga Rabu malam, 5 Oktober 2022.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, ada tambahan tiga saksi dari anggota kepolisian yang diperiksa pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang mengakibatkan ratusan orang tewas.

"Saat ini dari Irwasum maupun propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota polri. Dari 31 anggota Polri tersebut, belum selesai. Jadi dilanjutkan pada malam hari ini, ada beberapa hal yang harus betul-betul didalami," kata Dedi Prasetyo, saat memberikan keterangan di Mapolres Malang, pada Rabu malam (5/10/2022).

BACA JUGA:Jokowi Teken Keppres TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Berikut Isinya 

Dedi mengatakan, sejauh ini tim investigasi telah memeriksa 35 saksi, termasuk dari anggota kepolisian yang bertugas di pengamanan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

"Pemeriksaan para saksi sudah 35 saksi, baik saksi internal anggota Polri yang terlibat di dalam pengamanan maupun dari eksternal," ujarnya.

Para saksi akan kembali didalami besok. Mengingat proses pemeriksaan yang masih terus berjalan baik dari Irwasum Mabes Polri dan tim penyidik gabungan.

"Pendalaman, oleh tim, harus dilakukan malam hari ini dan besok. Besok baru ada progress. Dari Irwasum dan tim sidik. Kehati-hatian juga harus diutamakan, karena saat menetapkan status tersangka seseorang, maka syarat formil dan materiil harus terpenuhi. Karena akan memiliki konsekuensi yuridis," pungkasnya.

BACA JUGA:Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Dalami Perencanaan Pengamanan Stadion 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3.

Usai wasit meniup pluit akhir, para suporter merangsek masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Tak hanya pemain Persebaya, pemain Arema FC juga diserbu para suporter.

Petugas kepolisian juga diserang hingga ada dua korban jiwa. Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada sebanyak 125 jiwa meninggal dunia, pada Minggu 2 Oktober 2022. Tak hanya itu ada ratusan korban luka yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Para korban ditengarai tewas karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Sehingga membuat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Sebanyak 9 anggota kepolisian dinonaktifkan dari jabatannya, salah satunya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Kemudian, Komandan Batalyon (Danyon) AKBP Agus Waluyo, Komandan Kompi (Danki) AKP Hasdarman, Komandan Pleton (Danton)dr Aiptu Solihin, Aiptu M. Samsul, Aiptu Ari Dwiyanto.

Danki atas nama AKP Untung, Danton atas nama AKP Danang, kemudian Danton atas nama AKP Nanang, Danton atas nama Aiptu Budi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini