Share

2 Orang Ditetapkan Tersangka Penggelapan Dana Nasabah KSP Sejahtera Bersama

Riana Rizkia, MNC Portal · Rabu 05 Oktober 2022 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 337 2681454 2-orang-ditetapkan-tersangka-penggelapan-dana-nasabah-ksp-sejahtera-bersama-G5yhq1Vmbi.jpg Bareskrim Polri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dua orang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tipideksus Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama senilaiRp 249 miliar.

Menurut Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, dua orang adalah Ketua Pengawas dan Anggota Pengawas KSP Sejahtera Bersama berinisial IS dan DZ.

โ€œIS dan DZ ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Perbankan dan Money Laundering atau Tindak Pidana Pencucian Uang dari dana anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama senilai Rp249 miliar,โ€ kata Brigjen Whisnu Hermawan, Rabu (5/10/2022) di Jakarta.

BACA JUGA:Klarifikasi Kasus Penggelapan Mobil, Polda Bali Panggil Jessica Iskandarย 

Whisnu menambahkan, penetapan tersangka terhadap IS dan DZ dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan para saksi dan sejumlah barang bukti. Saat ini, tim penyidik tengah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana KSP Sejahtera Bersama di Wika Yah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

โ€œTotal dana anggota yang dikelola nilainya mencapai Rp6,7 triliun dan kita bekerjasama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana tersebut. Selain itu, penyidik juga menelusuri aset-aset milik KSP Sejahtera Bersama dan dilakukan penyitaan dokumen untuk kepentingan penyidikan,โ€ katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dalam perkara ini, sejumlah korban investasi bodong KSP Sejahtera Bersama sempat menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa 24 Mei 2022.

Para korban meminta atensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kasus tersebut ditangani Bareskrim. Puluhan korban secara bergantian masuk dan memenuhi Lobi Bareskrim Polri, tepatnya di sekitar loket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Sebanyak 186 ribu orang dikabarkan menjadi korban dengan tingkat kerugian mencapai dengan Rp8 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini