Share

Bharada E Berharap Hakim Kabulkan Permohonan Justice Collaborator Kasus Brigadir J

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 337 2681421 bharada-e-berharap-hakim-kabulkan-permohonan-justice-collaborator-kasus-brigadir-j-PowMzBxnqQ.jpg Bharada E. (Foto: Dok Kejagung)

JAKARTA - Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy berharap Majelis Hakim mau mengabulkan permohonan kliennya sebagai Justice Collaborator (JC) di kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Prinsipnya kita kooperatif, klien saya Bharada E, pengakuannya berdasarkan perintah dan klien saya menjadi JC. Harapan kita ke depannya, jadi pertimbangan yang baik untuk di pengadilan," kata Ronny di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022).

Ronny mengungkapkan, Bharada E dipastikan bakal kooperatif dan berkata jujur atas peristiwa yang terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan tersebut. Sehingga, hal itu diharapkan menjadi salah satu pertimbangan bagi Hakim untuk mengabulkan JC.

 

"Mengingat klien saya saksi kunci, klien saya akan mengatakan yang sebenar-benarnya," ujar Ronny.

Meski begitu, Ronny menyatakan kliennya tetap menghargai seluruh proses hukum dan keputusan Majelis Hakim selama proses persidangan yang berjalan.

 Baca juga: Keluarga ke Kuasa Hukum Bharada E: Tolong Bela Secara Maksimal

"Tapi segala sesuatunya prinsipnya kami ingin kooperatif mengikuti semua proses ini dengan baik," ucap Ronny.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pidana pembunuhan berencana Brigadir J. Mereka adalah Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal, serta Istri Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi.

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini