Share

Alasan Mengapa Tanggal 5 Oktober Diperingati sebagai Hari TNI, Cek Sejarahnya

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Rabu 05 Oktober 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 337 2681199

JAKARTA- Alasan mengapa tanggal 5 Oktober diperingati sebagai hari TNI akan dibahas pada artikel kali ini. Tentara Nasional Indonesia (TNI) genap memasuki usia ke-77 tahun hari ini. Upacara peringatan digelar di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu 5 Oktober 2022.

Bagaimana sejarah TNI hingga tetap kokoh berdiri hingga saat ini? Berikut ulasannya.

TNI

TNI bermula dari organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Selanjutnya untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). 

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Panita Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk tiga badan utama, yaitu KNI (Komite Nasional Indonesia, PNI (Partai Nasional Indonesia, dan BKR (Badan Keamanan Rakyat).

Dibentuknya BKR adalah untuk menampung mantan prajurit PETA dan Heiho yang telah dibubarkan Jepang.

Mundurnya Jepang rupanya menarik minat tentara Inggris untuk datang. Hal ini rupanya dimanfaatkan Belanda untuk kembali lagi ke Indonesia. Karena dinilai tidak aman, pada 5 Oktiber 1945, Pemerintah Indonesia membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tujuan dibentuknya TKR adalah untuk memperkuat pertahanan negara.

Kala itu, Oerip Soemoharjo diangkat menjadi Kepala Staf Umum TKR oleh Mohammad Hatta. Oerip kemudian membentuk 10 divisi TKR di Jawa, salah satunya divisi yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman, dan 6 divisi TKR di luar jawa.

Setahun berselang, TKR berubah nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, tepatnya pada 7 Januari 1946. Perubahan tersebut berdasarkan Penetapan Pemerintah No 2. Tujuannya adalah untuk memperluas fungsi tentara dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keamanan rakyat.

Tak genap sebulan, Tentara Keselamatan Rakyat kembali dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia pada 26 Januari 1946. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk menyempurnakan organisasi tentara berdasarkan standar militer internasional.

Banyaknya kemunculan laskar perjuangan menimbulkan kesalahpahaman antar TRI dan badan perjuangan rakyat. Ssehingga pada 15 Mei 1947, TRI dirubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Saat itu TNI dipimpin oleh Jenderan Soedirman.

Namun, tak lama setelah itu TNI berubah menjadi APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) tepatnya pada Desember 1949 setelah Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS).

Selang setahun, tepatnya pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menajdi negara kesatuan. Hal ini tentu mempengaruhi nama APRIS yang dirubah menjadi APRI.

Tahun 1962, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Angkatan Perang dan Kepolisian digabung menjadi satu komando, yakni ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Setelah Orde Baru tumbang, ABRI kembali bertransformasi. Pemerintah di era Reformasi merubah ABRI menjadi TNI dan Polri pada 1 April 1999.

TNI menghadapi tantangan dari dalam negeri berupa rongrongan-rongrongan baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer. Salah satunya bersumber dari golongan komunis yang ingin menempatkan TNI di bawah pengaruh mereka. Sedangkan tantangan dari luar negeri yaitu TNI dua kali menghadapi Agresi Militer Belanda yang memiliki organisasi dan persenjataan yang lebih modern.

Untuk itu, menyatunya kekuatan Angkatan Bersenjata di bawah satu komando, diharapkan dapat mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok politik tertentu.

Demikian Sejarah Singkat TNI dan  Alasan Mengapa tanggal 5 Oktober diperingati sebagai hari TNI?. 

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini