Share

Ade Armando: Mari Objektif, Pangkal Masalah Adalah Suporter Arema

Tim Okezone, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 337 2680733 ade-armando-mari-objektif-pangkal-masalah-adalah-suporter-arema-ghNbAzYXer.jpg Ade Armando (Foto : iNews)

JAKARTA - Pegiat media sosial Ade Armando kembali bikin heboh usai melontarkan pernyataan yang menyalahkan suporter Arema atau Aremania dalam tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022.

Dalam video yang diunggah di Chennel Youtube Cokro TV, Ade Armando menyebut pangkal masalah tragedi tersebut adalah lantaran ulah suporter Arema yang disebutnya 'sok jagoan'.

"Sekali lagi marilah kita bersikap objektif, yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua aturan dalam stadion dengan dengan gaya preman masuk ke lapangan petentengan, Dalam pandangan saya polisi sudah melaksanakan kewajibannya," yang dikutip, Selasa (4/10/2022).

Suporter sepak bola Indonesia, kata dia, sudah keterlaluan. Dia mengatakan, siapa pun yang kini menyaksikan video-video yang kini tersebar tentang tragedi di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu, pasti bisa mengenali bahwa pangkal persoalan adalah kelakuan sebagian suporter Arema yang menyerbu lapangan.

Tak cuma itu, Ade juga menyinggung Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia, Richard Ahmad Supriyanto dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Menurut Ade, pendapat Richard dan LBH yang menuntut kepolisian bertanggungjawab sebagai hal yang aneh.

Sebelumnya diberitakan, Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Malang disebut seperti kuburan massal Aremania dan Aremanita akan diulas pada artikel ini. Seorang Aremania dari Dau, Eko tidak bisa melupakan kejadian 1 Oktober 2022 pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya seumur hidupnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Di hari itu, Eko kehilangan saudara dan rekan-rekannya dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang. Tragedi tersebut menewaskan ratusan suporter Arema FC atau yang biasa disebut Aremania.

Insiden berdarah itu bermula dari kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3 dalam lanjutan Liga 1 2022-2023. Kecewa dengan kekalahan Arema FC, Aremania berbondong-bondong turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan mereka.

Nahas, aparat yang berupaya mengamankan stadion justru menembakkan gas air mata ke arah tribun sehingga membuat para suporter panik. Desak-desakan, saling injak, terhimpit dan lain sebagainya pun tidak terhindarkan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini