Share

Pengunggah Video Pintu Stadion Kanjuruhan Tertutup Diamankan, Ini Kata Mabes Polri

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 337 2680689 pengunggah-video-pintu-stadion-kanjuruhan-tertutup-diamankan-ini-kata-mabes-polri-aRIqtdllth.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Beredar di media sosial penggunggah video pintu-pintu Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur ditutup saat terjadi kerusuhan diamankan polisi. Penggunggah video dikabarkan seorang petugas kebersihan di Stasiun Malang Kota Baru.

Hal tersebut diakui Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif bahwa pegawai kebersihan di Stasiun Malang Kota Baru diamankan polisi.

"Memang kemarin (Senin, 3 Oktober 2022) dimintai keterangan di Polres dan kemarin sekitar pukul 18.00 disuruh balik," kata Luqman, Selasa (4/10/2022).

Namun, pihaknya belum bisa mengungkapkan detail kejadian termasuk nama pegawai yang dibawa polisi. Lukman menyerahkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Sementara Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan telah mengamankan sejumlah saksi dari masyarakat terkait barang bukti berupa video dan rekaman yang diunggah di media sosial.

"Ya salah satunya itu (pengunggah video) dari pihak masyarakat yang dimintai keterangan," kata Dedi di Mapolres Malang, pada Selasa sore (4/10/2022).

 

Kendati Dedi tak menjelaskan secara spesifik siapa saja saksi yang dimintai keterangan. Ia hanya menyebutkan, ada beberapa saksi dari masyarakat termasuk suporter Aremania yang dimintai keterangan.

"Kalau saksi pihak masyarakat memang iya dimintai keterangan. Besok ada beberapa saksi dari pihak masyarakat juga akan dimintai keterangan terkait peristiwa di Kanjuruhan," katanya.

 BACA JUGA:Polri Belum Tetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Alasannya

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pecah setelah wasit meniup pluit terakhit dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kemudian, para suporter merangsek masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Tak hanya para pemain Persebaya, pemain Arema FC juga dikerubungi para Aremania sesuai pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

Bahkan, petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia. Sebanyak 10 mobil dinas kepolisian dan tiga mobil pribadi juga dirusak massa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada sebanyak 125 jiwa meninggal dunia, pada Minggu 2 Oktober 2022. Selain itu, ada ratusan korban luka yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Penyebab kematian korban ditenggarao karena berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibatnya, para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Sebanyak 9 anggota kepolisian dinonaktifkan dari jabatannya akibat kejadian tersebut, salah satunya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Selain itu, Komandan Batalyon (Danyon) AKBP Agus Waluyo, Komandan Kompi (Danki) AKP Hasdarman, Komandan Pleton (Danton)dr Aiptu Solihin, Aiptu M. Samsul, Aiptu Ari Dwiyanto juga dinonaktifkan.

Kemudian, Danki atas nama AKP Untung, Danton atas nama AKP Danang, Danton atas nama AKP Nanang, Danton atas nama Aiptu Budi juga dinonaktifkan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini