Share

Tragedi Kanjuruhan, Polri Periksa CCTV di Lokasi Banyak Korban Berjatuhan

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 337 2680540 tragedi-kanjuruhan-polri-periksa-cctv-di-lokasi-banyak-korban-berjatuhan-sV7jr4bPB9.jpg Pintu 13 di Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur. (MNC Portal/Avirista Midaada)

MALANG - Polri terus mendalami Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang dengan memeriksa CCTV dari 6 titik di lokasi. Titik tersebut ditentukan dari 32 kamera CCTV yang terpasang di kawasan Stadion Kanjuruhan Malang.

"Labfor masih mendalami 6 titik CCTV di Pintu 3, 9, 10, 11, 12, dan 13," ucap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Malang, Selasa (4/10/2022).

Dedi menjelaskan, pemeriksaan CCTV dari keenam titik tersebut dikarenakan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan bukti video serta foto, korban banyak berjatuhan di sana.

"Karena analisa sementara titik jatuhnya korban cukup banyak, itu sebagai alat bukti sebelum penyidik menetapkan tersangka terhadap seseorang," ucapnya.

Saat ini tim Labfor Polri melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) maupun di luar TKP stadion. Nantinya hasil olah TKP dan identifikasi di area stadion ini menjadi pertimbangan penyidik dan tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih terus didalami semuanya jadi bagian analisis dan pemeriksaan yang perlu didalami," katanya.

Selain memeriksa 6 titik CCTV di pintu-pintu "maut" Stadion Kanjuruhan Malang, Dedi menuturkan tim investigasi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti dokumen surat, keterangan ahli, dan keterangan sejumlah saksi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagaimana diketahui, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsek masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.

Tak hanya para pemain Persebaya, pemain Arema FC juga diserang oleh sekitar tiga ribuan Aremania, sesuai pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta. Polisi juga diserang hingga mengakibatkan 2 petugas meninggal dunia. Selanjutnya 10 mobil dinas polisi dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa.

Akibat kejadian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada sebanyak 125 orang meninggal dunia, pada Minggu (2/10/2022). Tak hanya itu ada ratusan korban luka yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini