Share

Bharada E Tak Takut dengan Ferdy Sambo, Siap Berhadap di Sidang Pembunuhan Brigadir J

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 337 2680359 bharada-e-tak-takut-dengan-ferdy-sambo-siap-berhadap-di-sidang-pembunuhan-brigadir-j-Ui2eOAequG.jpg Bharada E/Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy memastikan bahwa kliennya akan siap berhadapan dengan pecatan Polri, yang juga bekas atasannya, Ferdy Sambo saat proses persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofrianysah Yosua Hutabarat.

"Kalau memang dari majelis hakim untuk minta secara bertemu langsung kami juga siap dari penasihat hukum kami siap," kata Ronny ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2022).

(Baca juga: Bharada E Bongkar Pembunuhan Brigadir J Depan Kapolri karena Janji Palsu SP3 Ferdy Sambo)

Diketahui, dalam proses rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir J, Bharada E sempat digantikan oleh peran pengganti ketika berhadapan dengan Ferdy Sambo.

Menurutnya, Bharada E sudah siap dengan segala kemungkinan apapun yang akan berproses ketika memasuki meja hijau.

"Segala kemungkinan kita siap ya kalau pun juga nanti kita dihadapkan dengan saudara FS klien kami siap, karena dalam rangka kepentingan pembelaan Bharada E tentunya kami akan maksimal," ujar Ronny.

Rencananya, Bharada E dan tersangka lainnya di kasus pembunuhan berencana Brigadir J, akan dilimpahkan pada Kejaksaan pada esok hari.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pidana pembunuhan berencana Brigadir J. Mereka adalah, Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal, serta Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Ferdy Sambo berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Berkas penyidikan seluruh tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J pun telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Agung. Dengan begitu, semua tersangka akan segera menghadapi proses persidangan.

Atas perbuatannya, mereka semua disangka melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini