Share

BPOM Ungkap Obat-obatan dan Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya Senilai Rp27,8 Miliar

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 337 2680344 bpom-ungkap-obat-obatan-dan-kosmetik-mengandung-bahan-berbahaya-senilai-rp27-8-miliar-p1Brgs39Bj.jpg BPOM mengungkap obat-obatan dan kosmetik mengandung bahan berbahaya senilai Rp27 miliar. (Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 41 item obat tradisional mengandung bahan kimia berbahaya (BKO) dan 16 item kosmetika mengandung bahan dilarang atau berbahaya. Hal itu berdasarkan hasil sampling dan pengujian selama periode Oktober 2021 hingga Agustus 2022.

Mengutip siaran pers BPOM, BKO ini didominasi sildenafil sitrat pada produk obat tradisional dengan klaim penambah stamina pria, serta BKO Deksametason, Fenilbutazon, dan Parasetamol pada produk obat tradisional untuk mengatasi pegal linu.

Selain itu, obat tradisional mengandung BKO Efedrin dan Pseudoefedrin HCL yang digunakan secara tidak tepat untuk penyembuhan dan pencegahan pada masa pandemi Covid-19.

Kandungan BKO pada obat tradisional sangat berisiko bagi kesehatan.

Penambahan BKO Sildenafil Sitrat dapat menimbulkan efek samping berupa kehilangan penglihatan dan pendengaran, nyeri dada, pusing, pembengkakan (mulut, bibir, dan wajah), stroke, serangan jantung, bahkan kematian. Penggunaan BKO Deksametason, Fenilbutazon, dan Parasetamol dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, osteoporosis, gangguan hormon, hepatitis, gagal ginjal, dan kerusakan hati.

Sementara Efedrin dan Pseudoefedrin berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, yaitu pusing, sakit kepala, mual, gugup, tremor, kehilangan nafsu makan, iritasi lambung, reaksi alergi (ruam, gatal), kesulitan bernafas, sesak di dada, pembengkakan (mulut, bibir, dan wajah), atau kesulitan buang air kecil.

Selain itu, BPOM menemukan kandungan berbahaya pada kosmetika yang dapat membahayakan kesehatan. Temuan didominasi bahan pewarna yang dilarang, yaitu merah K3 dan merah K10. Pewarna Merah K3 dan Merah K10 merupakan bahan yang berisiko menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Total temuan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan/atau mengandung BKO selama periode Oktober 2021 hingga Agustus 2022 sebanyak lebih dari 658.205 pieces dengan nilai keekonomian sebesar Rp27,8 miliar," ucap Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Reri Indriani, Selasa (4/10/2022).

"Sedangkan total temuan kosmetika ilegal dan/atau mengandung bahan dilarang/berbahaya selama periode yang sama, yaitu sebanyak lebih dari 1 juta pieces dengan nilai keekonomian sebesar Rp34,4 miliar,” lanjutnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini