Share

Banyak Barang Bukti Kasus Brigadir J Dilimpahkan ke Jaksa, Termasuk Senjata Api

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 337 2680265 banyak-banyak-barang-bukti-kasus-brigadir-j-dilimpahkan-ke-jaksa-termasuk-senjata-api-X5uCq91t0S.jpg Polri limpahkan barang bukti kasus Brigadir J ke kejaksaan. (MNC Portal/Puteranegara Batubara)

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap banyak barang bukti kasus pembunuhan berencana dan halangi penyidikan kasus Brigadir J dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

"Barang buktinya banyak, dikemas dalam beberapa kontainer plastik," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada awak media, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Dari foto yang diterima, saat proses penyerahan barang bukti dari penyidik Bareskrim ke JPU, tampak tumpukan dokumen kertas yang diserahkan. Perwakilan kedua lembaga itu pun memenuhi satu ruangan untuk proses administrasi penyerahan barang bukti tersebut.

Kemudan, terlihat pula senjata api lengkap dengan magasinnya serta peluru. Senpi laras pendek terlihat ada empat unit.

Bareskrim hari ini terlebih dahulu menyerahkan barang bukti kasus Brigadir J ke JPU. Sementara tersangka perkara itu akan dilimpahkan pada esok hari, rencananya.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pidana pembunuhan berencana Brigadir J. Mereka adalah, Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal, serta Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

BACA JUGA:Polri Limpahkan Barang Bukti Kasus Brigadir J ke Kejari Jakarta Selatan Hari Ini 

Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Ferdy Sambo berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Berkas penyidikan seluruh tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J pun telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Agung. Dengan begitu, semua tersangka akan segera menghadapi proses persidangan.

Atas perbuatannya, mereka semua disangka melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini