Share

Jokowi Minta TGIPF Tuntaskan Kasus Tragedi Kanjuruhan dalam Sebulan

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 04 Oktober 2022 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 337 2680246 jokowi-minta-tgipf-tuntaskan-kasus-tragedi-kanjuruhan-dalam-sebulan-NlwCMEKltV.jpg Presiden Jokowi meminta TGIPF menuntaskan kasus tragedi Kanjuruhan dalam sebulan. (Dok Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kasus tragedi Kanjuruhan harus diselesaikan dalam waktu1 bulan. Presiden Jokowi nantinya meminta kesimpulan dari tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF).

"Saya baru saja melapor kepada presiden terkait kerusuhan di Kanjuruhan itu. Pertama TGIPF itu diminta segera bekerja. Kalau bisa tidak sampai 1 bulan sudah bisa menyimpulkan," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, (Menko Polhukam) Mahfud MD kepada wartawan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Mahfud menjelaskan, masalah besar dari kerusuhan di Kanjuruhan telah diketahui. Menurutnya, tinggal mencari permasalahan lebih detail untuk mengetahui penyebab kerusuhan di Kanjuruhan itu.

"Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui. Tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai 1 bulan," tuturnya.

Mahfud menyebut, TGIPF akan melihat langsung kondisi di lapangan Stadion Kanjuruhan dan bertemu dengan para saksi.

"Kita harus menemui, melihat lapangan, menemui siapa yang menyaksikan, siapa yang memberi komando, jaringannya dengan siapa. Kok bisa apa namanya jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap di malam kan itu ada jaringan-jaringan. Jaringan bisnis ada jaringan periklanan ya nanti kita lihat," kata Mahfud.

Karena itu, Mahfud meminta Presiden Jokowi segera mengeluarkan keputusan presiden (Keppres) terkait pembentukan TGIPF.

"Untuk itu, keppresnya akan dikeluarkan hari ini. keppres (TGIPF). Sehingga kami punya dasar untuk rapat. Kenapa itu harus dengan keppres? Karena di setiap institusi juga mempunyai tim investigasi sendiri. Sehingga yang terpadu itu nanti bergabung di bawah keppres ini," tuturnya.

"Misal Menpora punya tim, PSSI punya tim, Irwasum punya tim, itu bagus untuk menyelidiki itu agar terang. Lalu nanti dikoordinasikan dengan kami di sini. Di Kemenko Polhukam tim yang dibentuk oleh presiden," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini