Share

Kesaksian Mengerikan Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan: Seperti Pembunuhan Massal

Lukman Hakim, Koran Sindo · Senin 03 Oktober 2022 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 337 2679915 kesaksian-mengerikan-korban-selamat-tragedi-kanjuruhan-seperti-pembunuhan-massal-6mD1cvECbw.jpg Tragedi di Stadion Kanjuruhan/Foto: Tangkapan Layar

SURABAYA - Salah seorang Arema, suporter Arema FC menceritakan tragedi mengerikan Stadion Kanjuruhan lewat instastory akun instagram pribadinya @hudaaboys. Diketahui, tragedi tersebut telah menewaskan sebanyak 125 orang, luka berat 21 orang dan luka ringan ada 304 orang.

Sebelum unggahan tersebut dikutip, MPI telah meminta izin pada yang bersangkutan. Dan yang bersangkutan, sebut saja Paijo (minta disamarkan), asal Malang bersedia untuk dijadikan bahan pemberitaan.

 BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Polri Periksa Direktur PT LIB, PSSI Jatim, dan Kepala Dispora

Ini kesaksian lengkap yang dikunggah Paijo dalam Instastory-nya:

Selama 90 menit berjalan meskipun arema menelan kekalahan semua aman tidak ada gesekan sama sekali. Lalu 2 orang Aremania mulai turun memasuki lapangan (ya itu salah namun turun ke lapangan adalah hal biasa dalam sepakbola).

 

2 Aremania memasuki lapangan dengan damai dan sempat berpelukan dengan Maringa dan Pak manajer Ali Rifki. Lalu segerombolan Aremania mulai turun ke lapangan untuk menghampiri para pemain (tidak untuk bertengkar). Mereka meluapkan emosi kepada pemain (tidak memukul tidak rusuh). Lalu polisi dan tentara mulai masuk lapangan untuk mengamankan Aremania.

 BACA JUGA:Viral! Petugas Satpol PP Rampas dan Injak Pedagang Kecil

Dan salah satu rekan Aremania tertangkap salah satu tentara dan tentara itu dengan brutal memukuli Aremania tersebut. Kawan kawan Aremania tidak terima bahwasanya rekan kami di pukuli dan akhirnya Aremania mencoba menyelamatkan Aremania tersebut.

 

Kejadian tersebut malah memancing emosi Para Aremania lalu salah satu pihak keamanan memasang gas air mata di lapangan untuk membubarkan Aremania yang turun ke Lapangan.

 

Beberapa Aremania sudah keluar baik baik karena takut terjadi kericuhan lebih besar. Lalu saya dan rekan saya mulal keluar meninggalkan stadion. Kami keluar dengan damai. Tiba - tiba Polisi melempar gas air mata kepada kami. Kami tidak merusak kami keluar dengan damai.

 

Mereka melempar gas air mata kepada kerumunan! Sontak kami semburat dan melarikan diri. Hampir seluruh sudut pintu keluar di lempar gas air matal (VIP, GATE 1, GATE 2, GATE 3, GATE 4) kejadian itu membuat kejadian makin panas dan memancing emosi Aremania.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Saya pribadi hampir pingsan karena sesak nafas dikarenakan gas air mata. Perlu disesuaikan lemparan gas air mata tersebut, karena Sontak banyak Aremania (kebanyakan anak kecil dan wanita) pingsan di tempat.

 

Saya adalah salah satu dari ribuan korban yang selamat. Alhamdulillah saya masih diberikan umur dan keselamatan dari tragedi semalam. Untuk menghormati korban dan kabar duka ini sungguh perih untuk diterima saya pribadi akan mengundurkan diri atau gantung syal untuk sementara waktu.

 

Saya kira saya cinta sepak bola adalah romantisme nyata yang di dalamnya ada drama dan cinta yang sebenarnya. Nyatanya sepak bola telah banyak merenggut nyawa para saudara saya. Sungguh, ini kabar pahit untuk diterima. Disini semua salah dan semua harus berbenah.

 

Dari sudut pandangan supporter yang memasuki lapangan itu adalah salah, namun itu lumrah karena rasa kekecewaan itu pasti ada. Sungguh saya menyayangkan cara penyelesaian pihak keamanan mereka melempari hampir seluruh sudut luar maupun dalam stadion kanjuruhan. Itu berbahaya dan melemparkan kepada kerumunan itu salah! Fatal!

 

Untuk semua korban duka Al Fatihah

Untuk pelemparan gas air mata ke tribun saya tidak tau, saya hanya mendengarkan dari luar stadion. Dan bayangkan di dalam ada pelemparan gas air mata, lalu di luar juga banyak pelemparan gas air mata. Menurut saya ini sama seperti pembunuhan massal yang disengaja.

 

Setelah saya berhasil mengamankan diri mulailah saya bergegas menuju area parkir motor saya, tapi belum berkenti! Kembali lagi (yang katanya pihak keamanan) kembali melemparkan gas air mata ke area parkir, padahal di area parkir ini adalah para supporter yang enggak ikut ribut tapi masih kena lempar.

 

Saya tanya ini untuk tujuan apa? Saya telah menjadi saksi hidup dan mati orang dengan mata kepala saya sendiri saya miris dan saya mengaku trauma atas kejadian semalam. Perlu digaris bawahi saya yang selamat saja sampai hari ini masih merasakan sesak karena terlalu banyak gas air mata yang saya hirup.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini