Share

Kisah BJ Habibie Buat Teknologi Kapal Selam Jerman, Bisa Menyelam 2 Kali Lebih Dalam

Fatmawati, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 337 2679876 kisah-bj-habibie-buat-teknologi-kapal-selam-jerman-bisa-menyelam-2-kali-lebih-dalam-TWR7tJ3XAx.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA – Seperti yang diketahui, BJ Habibie memiliki karir cemerlang sebagai pengembang pesawat pertama buatan dalam negeri. Namun jauh sebelum itu, Habibie juga pernah mengembangkan teknologi kapal selam Jerman, yang mampu menyelam dua kali lebih dalam dari kapal selam konvensional saat itu.

(Baca juga: Saat Bung Karno Jadikan TNI AL Kekuatan Militer yang Mengerikan)

Melansir Buku Habibie & Ainun, Senin (3/10/2022) kisah itu terjadi ketika Habibie mulai bekerja di Institut Konstruksi Ringan atau Lehrstuhl und Institut für Leichtbau pada Rheinisch Westfälische Technische Hochschule (RWTH) – Aachen, Habibie ditugaskan untuk mempelajari pengembangan kapal selam laut dalam, yaitu kapal selam yang mampu menyelam lebih dari 300 meter di bawah permukaan laut.

Setelah mempelajari konstruksi kapal selam, Habibie mengetahui bahwa semua jenis kapal selam memiliki bentuk selinder dengan dilengkapi penguat yang juga berbentuk selinder.

Berbeda dengan balon udara yang akan pecah ketika tekanan balon ditingkatkan sehingga menyebabkan tegangan kulit balon ikut naik, kapal selam akan runtuh jika tekanan air yang ada di luar kapal selam terus meningkat.

Tekanan dari luar selinder ini mengakibatkan tegangan pada kulit selinder menjadi dua kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan tekanan pada bola. Maka, Habibie membuat rekayasa ruang kapal selam tersebut dengan memanfaatkan beberapa bola yang saling berhubungan dan berbentuk ulat bulu, menjadikan kapal selam dapat menyelam dua kali lebih dalam dibandingkan dengan kapal selam konvensional berbentuk selinder.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Total 18 bulan waktu yang telah dihabiskan oleh Habibie untuk mengembangkan dasar perhitungan untuk merekayasa kapal selam Kugel – Raupe. Saat mencapai tahap rekayasa rinsi, Departemen Pertahanan Jerman sebagai penyandang dana proyek ini meminta Habibie menyerahkan semua catatan yang telah dikerjakannya kepada orang Jerman.

Kekecewaan yang dirasakan Habibie disampaikannya kepada Profesor Ebner. Beliau menjelaskan secara rinci dengan alasan yang masuk akal dan mengusulkan program baru yang sangat menarik pada Habibie.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini