Share

KPK Selidiki Kasus Koruptor Lukas Enembe Lewat Pramugari

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 337 2679622 kpk-selidiki-kasus-koruptor-lukas-enembe-lewat-pramugari-pwBvrkeGMD.jpg Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE) lewat pemeriksaan saksi-saksi. Salah satu saksi yang ditelisik soal korupsi Lukas Enembe yakni, seorang pramugari.

KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Pramugari PT RDG Airlines, Tamara Anggraeny, hari ini. Tamara diminta untuk memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI, Jalan Kuningan persada Kavling 4, Setiabudi, Jaksel atas nama Tamara Anggraeny Karyawan Swasta/Pramugari PT RDG Airlines," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (3/10/2022).

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lukas diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi.

Di antaranya, terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

 BACA JUGA:KPK Kantongi Informasi Ada yang Ingin Perkeruh Kasus Lukas Enembe

Follow Berita Okezone di Google News

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Informasi terbaru, ada temuan PPATK terkait transaksi keuangan Lukas yang mengalir ke rumah judi alias kasino di luar negeri. PPATK menyebut jumlahnya hampir setengah triliun. KPK sedang mendalami temuan PPATK tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini