Share

Mahfud MD Gelar Rapat Ungkap Unsur Pidana Tragedi Kanjuruhan, Ini Hasil Lengkapnya

Riana Rizkia, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 337 2679493 mahfud-md-gelar-rapat-ungkap-unsur-pidana-tragedi-kanjuruhan-ini-hasil-lengkapnya-dwqDiDErwW.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mengungkap apakah ada unsur pidana dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

(Baca juga: Tembakan Gas Air Mata Bertubi-tubi Polisi Berujung 127 Orang Tewas, Ini Pembelaan Jenderal Nico)

Hasilnya, kata Mahfud, disimpulkan bahwa pemerintah akan membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam.

"Untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (3/10/2022).

Selanjutnya kata Mahfud, untuk jangka pendek, Polri diminta untuk mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam tragedi Kanjuruhan.

"Tentunya supaya segera diumumkan siapa pelaku Pidana dari ini yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak dan diminta agar Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat," katanya.

Setelah itu, Mahfud mengatakan bahwa Panglima TNI juga diminta untuk melakukan tindakan cepat mencari oknum TNI yang diduga melakukan tindakan berlebih saat pengamanan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Kepada Panglima TNI juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku, karena di dalam video-video yang beredar ada juga TNI yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya, apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua," katanya.

Kepada PSSI, kata Mahfud, supaya segera melakukan tindakan ke dalam secepatnya, agar PSSI ini bisa dikendalikan secara baik.

"Kemudian pemerintah juga akan segera menyusulkan santunan sosial, yang nanti akan dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan, tentang bentuk dan segala macam jenisnya," ungkapnya.

Kemudian, Mahfud meminta agar Menteri Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dengan tidak mempersoalkan biaya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Biar segara yang mengurus seluruh perawatan bagi yang sakit, yang masih dirawat, dan sebagainya. Perlu obat ini, obat itu, rumah sakit ini, rumah sakit itu supaya dilakukan dengan baik termasuk didalamnya trauma healing," ungkapnya.

"Kemudian kepada Menteri Pemuda dan Olahraga supaya secepatnya mengundang PSSI, pemilik klub, panitia pelaksana daerah," ujarnya

"Dan lain-lain yang terkait untuk memastikan tegaknya peraturan di dalam pelaksanaan pertandingan baik yang dibuat oleh FIFA maupun diatur di dalam berbagai peraturan perundang-undangan kita sebagai bagian dari upaya evaluasi total," pungkasnya.

Rapat dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Selanjutnya ada Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, serta perwakilan dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Kesehatan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini