Share

Kantongi Video Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Komnas HAM Soroti Penggunaan Gas Air Mata

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 337 2679390 kantongi-video-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-komnas-ham-soroti-penggunaan-gas-air-mata-RCVd2gXLqk.jpg Penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan (Foto: Antara)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku telah mengantongi sejumlah data terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia. Salah satu data yang dikantongi Komnas HAM berupa video dan kesaksian dari Aremania.

"Kami Komnas HAM sudah berkomunikasi cukup mendalam dengan beberapa teman-teman Aremania. Kami mendapatkan beberapa keterangan fakta ya termasuk kami mendapatkan berbagai video, voice note juga kami mendapatkannya," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat dikonfirmasi, Senin (3/10/2022).

Anam menambahkan bahwa berbagai video tersebut akan kembali diklarifikasi ke sejumlah pihak, termasuk aparat kepolisian.

Komnas HAM juga akan memperkuat bukti yang telah dikantongi dengan menemui dan memintai keterangan keluarga korban hingga Aremania secara langsung.

Baca juga: Investigasi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Komnas HAM Bertolak ke Malang Hari Ini

Tim investigasi Komnas HAM telah bertolak ke Malang pada pagi ini untuk mengumpulkan kembali bukti serta investigasi terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan. Hal itu dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran HAM dalam peristiwa paling kelam dalam sejarah persepakbolaan Indonesia.

Salah satu yang disoroti Komnas HAM adalah soal penggunaan gas air mata yang ditembakkan petugas ke arah penonton.

Baca juga: Mengenal Panic Crowds, Perasaan yang Timbul Akibat Terjebak di Kerusuhan

"Kami juga sedang mendalami terkait regulasi, khususnya regulasi FIFA dan PSSI untuk kami sandingkan fakta-fakta yang ada, kami dapatkan dengan regulasi yang ada. Termasuk kami juga akan mendalami terkait penggunaan gas air mata," beber Anam.

"Ini bekal kami yang kami akan gunakan di Malang. Tim juga terus monitoring data-data siapa yang luka, siapa yang telah meninggal. Kami pantau di beberapa rumah sakit di Malang," imbuhnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sekadar informasi, ratusan orang meninggal dunia buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu, 1 Oktober 2022, malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Di mana, laga bergengsi tersebut dimenangkan Persebaya Surabaya.

Sejumlah oknum Aremania -suporter Arema FC- yang tak terima atas kekalahan tersebut kemudian merangsek masuk ke lapangan. Anggota kepolisian kemudian menghalau para suporter dengan menembakkan gas air mata. Berkali-kali gas air mata ditembakkan ke arah bangku penonton.

Akibatnya, para penonton berhamburan keluar stadion. Para penonton yang panik kemudian berdesakan untuk bisa ke luar stadion hingga menimbulkan ratusan korban jiwa. Mayoritas korban meninggal karena kehabisan nafas dan terinjak-injak saat mencoba keluar dari stadion.

Hingga kemarin, polisi menyebut korban tewas akibat peristiwa tersebut sebanyak 125 orang. Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mendapat data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa korban tewas sudah mencapai 174 orang.

Akibat peristiwa itu, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sepakat memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini