Share

5 Fakta Penggunaan Gas Air Mata di Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ini Alasan Ditembakkan!

Tim Okezone, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679277 5-fakta-penggunaan-gas-air-mata-di-tragedi-stadion-kanjuruhan-ini-alasan-ditembakkan-CaSeGcgjmD.jpg Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto: Avirista M)

JAKARTA - Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam menewaskan ratusan orang. Gas air mata diduga sebagai pemicu kepanikan suporter hingga merangsek keluar stadion.

Adapun polisi menembakkan gas air mata di stadion usai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya ada alasannya.

Berikut fakta-faktanya:

1. Massa Tak Terkendali 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, terpaksa menembakkan gas air mata ke arah penonton karena massa yang sudah tidak terkendali. 

"Hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas," ucap Irjen Pol Nico Afinta pada Minggu dini hari, 2 Oktober 2022 di Mapolres Malang.

2. Gas Air Mata Ditembakkan ke Arah Massa yang Masuk Lapangan 

Massa yang tak terkendali itu berusaha masuk ke lapangan. Kapolda Jatim pun berdalih gas air mata terpaksa ditembakkan. Namun, tembakkan gas air mata hanya diarahkan ke massa yang berusaha masuk ke lapangan.

3. Massa Kejar Pemain 

Kapolda Jatim menyebutkan, saat massa masuk ke lapangan, situasinya sudah tak terkendali. Bahkan, massa Aremania merangsek masuk dan mengejar pemain Arema FC dan petugas keamanan.

Hal inilah yang membuat petugas menembakkan gas air mata.

"Itu pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan dan melakukan pengalihan, supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan, ataupun mengejar para pemain dalam prosesnya itu, untuk melakukan upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata karena menyerang petugas, sudah merusak mobil, dan akhirnya kita semprotkan gas air mata," ujar Kapolda Jatim.

BACA JUGA:Kapolri Pastikan Tragedi Kanjuruhan Akan Diusut Tuntas! 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Picu Kepanikan Penonton 

Upaya polisi melerai massa dengan menembakan gas air mata ternyata memicu kepanikan penonton lainnya. Termasuk yang tidak turun ke lapangan.

Mereka yang masih berada di tribun merangsek untuk mencari jalur keluar karena pedihnya gas air mata.

5. Gas Air Mata Dilarang Fifa, Polri Lakukan Evaluasi 

Polri akan mengevaluasi terkait penggunaan gas air mata oleh personelnya saat melerai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Penggunaan gas air mata tersebut diduga menjadi pemicu tragedi tersebut.

Kepanikan para suporter Aremania membuat mereka berdesakan ke luar stadion hingga ada yang meninggal dunia. "Dievaluasi dulu, jadi kita tidak buru-buru menyimpulkan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Minggu 2 Oktober 2022.

Kepolisian belum dapat memastikan penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan sudah sesuai aturan atau belum. Sebab, masih perlu dilakukan evaluasi menyeluruh.

"Jadi harus dievaluasi secara menyeluruh dulu, agar kompeherensif, dan nanti hasil dari evaluasi secara menyeluruh sesuai dengan perintah Bapak Presiden akan disampaikan," ujarnya.

Sementara Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) melarang penggunaan gas air mata oleh petugas saat mengamankan pertandingan di dalam stadion. Aturan itu tercantum dalam Pasal 19 b soal pengamanan di pinggir lapangan.

"No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used (senjata api atau 'gas pengendali massa' tidak boleh dibawa atau digunakan)," dikutip dari aturan FIFA.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini