Share

Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga

Muhammad Farhan, MNC Portal · Minggu 02 Oktober 2022 21:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679270 muhammadiyah-sampaikan-duka-atas-tragedi-kanjuruhan-haedar-nashir-satu-jiwa-saja-sangat-berharga-ncH67eaoKn.jpg Ketua Umum PP Muhamadiyah, Haedar Nashir (Foto Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ratusan penonton sepakbola di stadion Kanjuruhan, Malang tadi malam (1/10/2022). Haedar mewakili Muhammadiyah, menyampaikan rasa prihatin dan menyesali atas hilangnya nyawa anak-anak ibu Pertiwi dalam satu malam.

Haedar juga menuturkan penyesalan tersebut lantaran cara dan tindakan dalam menangani kerusuhan yang tidak tepat guna, sehingga terjadi korban meninggal yang besar. Terlebih, ia mengungkapkan banyaknya media asing yang menyebut jumlah kematian akibat kerusuhan, termasuk deretan yang tertinggi di dunia sepakbola saat ini.

“Kami menyesalkan petistiwa tragis tersebut, lebih-lebih menyangkut nyawa manusia yang besar jumlahnya, padahal satu jiwa saja sangat berharga yang harus dijaga,” terang Haedar dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Oleh sebab itu, Haedar mendesak adanya investigasi objektif terhadap penyebab kerusuhan yang mengakibatkan ratusan korban jiwa tersebut. Bagi Haedar, publik Indonesia bahkan dunia, juga menuntut tuntasnya asal muasal kasus tersebut.

“Tragedi ini mengoyak marwah bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Haedar.

Diketahui, Polda Jatim menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara, berdasarkan data yang didapat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), korban tewas bertambah menjadi 153 orang.

Sebanyak 125 Aremania dikabarkan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, terdapat dua Anggota Kepolisian yang juga dikabarkan tewas. Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal, di stadion ada 34," beber Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini