Share

Survei Indikator: 67 Persen Masyarakat Puas Kinerja Presiden Jokowi

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Minggu 02 Oktober 2022 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679234 survei-indikator-67-persen-masyarakat-puas-kinerja-presiden-jokowi-NXgEaO7UG3.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

JAKARTA - Kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di mata publik mendapat tren positif. Hasil survei Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mencatat, 67,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden.

Survei dilakukan pada September tertanggal 13-20 September 2022. Survei menggunakan metode multistage random sampling.

Populasinya 1.220 orang berasal dari seluruh provinsi. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Adapun margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Survei Trust Indonesia: Masyarakat Inginkan Bahtiar Jadi Pj Gubernur DKI 

Dari hasil survei yang dirilis, secara rinci 67,1 persen terdiri dari 13,7 persen menyatakan sangat puas dan 53,4 persen menyatakan cukup puas. Lebih lanjut, ada 25,3 persen masyarakat menyatakan kurang puas dan 5,5 persen menyatakan tidak puas sama sekali dengan 2 persen lainnya tidak menjawab.

"Jadi yang menyatakan puas dan sangat puas kurang lebih 67 persen di survei September hingga tanggal 20 September," kata Direktur Eksekutif Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Minggu (2/10/2022).

BACA JUGA:Survei: Ketokohan Mumpuni, Prabowo Bisa Persatukan Kubu-Kubu Politik 

Follow Berita Okezone di Google News

Tren kepercayaan publik ini terhitung meningkat semenjak sempat turun di awal September 2022 pasca pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai 62,2 persen. Pada survei sebelum harga BBM dinaikkan, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi terhitung berada di angka 72,3 persen.

"Sekarang ada indikasi approval presiden mulai ada indikasi perbaikan meskipun lagi-lagi kalau dibandingkan survei sebelum kenaikan harga BBM kecenderungannya masih turun," katanya.

Kepuasan masyarakat dilatarbelakangi oleh sikap Presiden yang memberikan bantuan kepada rakyat kecil. Sikap ini menjadi alasan tertinggi masyarakat puas terhadap kinerja presiden dengan angka 38,9 persen responden.

Kemudian, diikuti dengan alasan membangun infrastruktur di Indonesia dengan angka 19,4, persen. Selain itu, diikuti dengan Jokowi yang dianggap merakyat.

Sementara ketidakpuasan masyarakat didominasi dengan alasan harga-harga bahan pokok yang meningkat dengan angka 35,2 persen. Kemudian, diikuti bantuan yang tidak merata 17,4 persen dan kemiskinan tidak berkurang sebesar 6,6 persen.

"Puas terutama karena memberi bantuan dan membangun infrastruktur. Sementara tidak puas terutama karena harga kebutuhan pokok meningkat dan bantuan tidak merata," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini