Share

7 Tokoh Sarekat Islam yang Gigih Berjuang Melawan Penjajah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679232 7-tokoh-sarekat-islam-yang-gigih-berjuang-melawan-penjajah-B4xfxfdcUM.jpg Cokroaminoto/Foto: wikipedia

SAREKAT Islam merupakan organisasi pergerakan yang dibentuk oleh sekelompok pedagang Indonesia dan disokong oleh kaum intelektual Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah melawan penjajahan Belanda serta memperjuangkan hak-hak para pedagang Indonesia.

Organisasi Sarekat Islam awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada 16 Oktober 1905. Sarekat Islam berkembang dengan sangat pesat hingga memiliki cabang di beberapa wilayah Indonesia. Tentu saja terdapat tokoh-tokoh penting pada Sarekat Islam.

1. Kiai Haji Samanhudi

KH Samanhudi merupakan pendiri Sarekat Dagang Islamiyah sebagai wadah bagi para pengusaha batik di Surakarta. Pada tahun 1911, ia mendirikan Sarekat Dagang Islam untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu ingin pedagang pribumi harus mempunyai organisasi sendiri untuk membela kepentingan mereka. KH Samanhudi wafat pada 28 Desember 1956, setelah itu Serikat Islam dipimpin oleh Haji Oemar Said Cokroaminoto.

2. HOS Cokroaminoto

HOS Cokroaminoto merupakan seorang pahlawan nasional yang dijuluki Bapak Bangsa. Ia memimpin Sarekat Islam (SI) sejak 1914 hingga akhir hayatnya. Sejak usia 22 tahun, Cokroaminoto sudah aktif dalam organisasi tersebut. SI sempat menjadi salah satu organisasi massa terbesar dalam sejarah pergerakan nasional di bawah kendali HOS Cokroaminoto. Pada 1912, atas saran Cokroaminoto, Haji Samanhoedi mengubah nama Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi Sarekat Islam (SI).

3. Semaoen

Semaoen merupakan salah satu murid Cokroaminoto yang muncul sebagai bumiputera pertama yang menjadi propagandis serikat buruh. Pada tahun 1914, Semaoen muda yang tergabung dalam Sarekat Islam Cabang Surabaya telah menunjukkan kecakapan dan bakatnya dalam bidang pergerakan. Di usianya yang ke-15, Semaoen telah menjabat Sekretaris SI Cabang Surabaya. Namun hal itu tak berlangsung lama. Setelah pertemuannya dengan Sneevliet pada 1915, Semaoen pindah ke Semarang atas ajakan pendiri ISDV (Indische Sociaal Democratische Partij) itu.

4. Abdul Muis

Abdul Muis adalah anggota Sarekat Islam (SI) dan namanya sejajar dengan tokoh SI lainnya seperti Haji Agus Salim maupun Mohammad Roem. Abdul Muis merupakan anggota pengurus besar SI. Dalam Kongres SI pada tahun 1916 di Bandung, Abdul Muis menegaskan perlunya mengusahakan pendidikan dan pengajaran bagi rakyat Indonesia, khususnya kaum Islam.

Follow Berita Okezone di Google News

5. Haji Agus Salim

Haji Agus Salim tertarik bergabung di Sarekat Islam dan langsung aktif menjadi pengurus. Selama kiprahnya di Sarekat Islam, Haji Agus Salim mendirikan Tabloid Neraca pada 1917. Di situlah ia menumpahkan ide-de cemerlang untuk membebaskan Indonesia dari cengkeraman kolonial Belanda.

6. Suryopranoto

Suryopranoto masuk ke Sarekat Islam dan menjadi anggota yang aktif. Perjuangan Suryopranoto untuk mendirikan kelas dengan dasar untuk paham terhadap Islam, bukan paham komunis yang pada waktu itu sudah mulai menampakkan pengaruhnya dalam SI. Pada tahun 1923, ia dipenjara selama tiga bulan di Malang karena tulisannya dalam surat kabar SI.

7. Alimin

Alimin bin Prawirodirdjo menjadi tokoh yang berpengaruh dalam Serikat Islam yang dirintis oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada tahun 1905 dengan nama Serikat Dagang Islam.

Alimin bergabung dengan SI Merah yang berasas sosialis komunis pada saat SI pecah menjadi dua. SI Putih yang dipimpin oleh HOS Cokroaminoto berhaluan kanan berpusat di Yogyakarta, sementara SI Merah yang dipimpin Semaoen berhaluan kiri dan berpusat di Semarang. Alimin termasuk dalam anggota Dewan Konstituante yang salah satu tugasnya adalah menetapkan UUD bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini