Share

Tragedi Kanjuruhan, Menko PMK: Harus Ada yang Bertanggung Jawab!

Arief Setyadi , Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679194 tragedi-kanjuruhan-menko-pmk-harus-ada-yang-bertanggung-jawab-sJDAnuitET.jpg Menko PMK, Muhadjir Effendy tinjau lokasi tragedi Kanjuruhan (Foto: Antara)

MALANG - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendi menyatakan, tragedi Kanjuruhan merenggut 130 nyawa.

Di mana, kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya. Pihaknya menegaskan, kejadian itu akan segera diinvestigasi. 

Menurut Muhadjir, proses investigasi sesuai dengan perintah dari Presiden Joko Widodo. Pelaksanaan investigasi untuk mengungkap kejadian yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Presiden juga memerintahkan untuk dilakukan investigasi. Secepat mungkin dan harus ada yang bertanggung jawab," kata Muhadjir di Kabupaten Malang, seperti dikutip Antara, Minggu (2/10/2022).

BACA JUGA:Update Tragedi Kanjuruhan, Menko PMK : 130 Orang Tewas, 19 Belum Teridentifikasi 

Muhadjir menjelaskan, pemerintah menyesalkan peristiwa yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar pada 1 Oktober 2022 tersebut. Peristiwa kericuhan itu, terjadi setelah laga tersebut berakhir.

Ia menambahkan, pemerintah juga memastikan akan memberikan santunan kepada para korban yang meninggal dunia maupun yang saat ini masih menjalani perawatan untuk pemulihan.

"Presiden sudah meminta ke gubernur untuk koordinasikan dan termasuk Mensos untuk santunan," ujarnya.

BACA JUGA:Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan di RSUD Teridentifikasi, Keluarga Histeris 

Follow Berita Okezone di Google News

Saat ini, lanjutnya, masih berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo, kompetisi Liga 1 2022-2023 dihentikan sementara untuk batas waktu yang belum ditentukan. Selain itu, pihaknya juga belum bisa mengambil kesimpulan siapa yang bertanggung jawab atas insiden itu.

"Untuk sementara pertandingan liga dihentikan. Berapa lama, dihentikan dulu. Belum tahu untuk siapa yang paling bertanggungjawab, masih (akan) diinvestigasi," ujarnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Petugas pengamanan, kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Ditembakkanya gas air mata tersebut dikarenakan para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

Data terakhir menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 130 orang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini