Share

Ratusan Orang Tewas di Kanjuruhan, YLKI: PSSI Harus Tanggung Jawab, Bentuk Tim Investigasi!

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679085 ratusan-orang-tewas-di-kanjuruhan-ylki-pssi-harus-tanggung-jawab-bentuk-tim-investigasi-GMEXrP6r5R.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah segera membentuk tim independen untuk mengusut kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. YLKI meminta agar tim independen tersebut dibentuk tanpa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

 (Baca juga: Breaking News! Korban Kerusuhan Laga Arema FC vs Persebaya Bertambah Jadi 153 Orang)

"Mendesak untuk dibentuk tim investigasi independen, bukan tim yang dibentuk oleh PSSI. Sebab dalam kasus ini, PSSI adalah pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Minggu (2/10/2022).

YLKI berharap agar tragedi sepakbola yang merenggut ratusan nyawa manusia di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut diusut tuntas. YLKI prihatin dan berduka kepada seluruh keluarga korban. Para korban, kata Tulus, merupakan konsumen penikmat pertandingan sepakbola.

"Mengecam dengan keras atas tragedi tersebut. Tragedi ini harus diusut tuntas, dari mulai penyelenggaran, pemilihan tempat, sampai tindakan di lapangan oleh kepolisian," tegas Tulus.

Oleh karena itu, dia mendesak pihak penyelenggara, khususnya manajemen Arema FC untuk bertanggung jawab atas peristiwa ini. Arema diminta bertanggung jawab baik secara perdata dan atau bahkan pidana.

"Secara perdata, managemen dan penyelenggara harus memberikan kompensasi dan ganti rugi terhadap korban dan keluarga korban (ahli waris)," pintanya.

Tak hanya itu, kata Tulus, PSSI juga wajib memberikan sanksi berupa degradasi terhadap tim sepakbola maupun suporter yang melakukan pelanggaran. Sebab, tragedi yang menewaskan ratusan nyawa di Stadion Kanjuruhan membuat citra sepak bola Indonesia di mata dunia semakin buruk.

"Tragedi ini hanya akan membuat wajah dan dunia sepak bola Indonesia makin terpuruk dan berpotensi dikenai sanksi keras oleh FIFA," terangnya.

Sebelumnya, Polda Jatim menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.

Ratusan Aremania dikabarkan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, terdapat dua Anggota Kepolisian yang juga dikabarkan tewas. Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal, di stadion ada 34," beber Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Korban tewas akibat kerusuhan tersebut dikabarkan kembali bertambah. Para korban luka juga masih dilakukan perawatan intensif. Berdasarkan keterangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jumlah korban tewas bertambah menjadi 129 orang.

Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. PT LIB menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban akibat peristiwa tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini