Share

Kerusuhan di Kanjuruhan Tewaskan 153 Orang, Komnas HAM Dalami Prosedur Penggunaan Gas Air Mata

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679039 kerusuhan-di-kanjuruhan-tewaskan-153-orang-komnas-ham-dalami-prosedur-penggunaan-gas-air-mata-TSSVbF2njo.jpeg Polisi semprotkan gas air mata lerai kerusuhan di Kanjuruhan. (Foto: Antara)

JAKARTA - Komnas HAM sedang mendalami aturan hingga prosedur penggunaan gas air mata oleh aparat penegak hukum saat melerai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022 malam. Prosedur penggunaan gas air mata itu didalami Komnas HAM lewat aturan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Kami sedang mendalami prosedur terkaut aturan FIFA atau PSSI dan sedang membicarakan proses pemantauannya," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam melalui pesan singkatnya, Minggu (2/10/2022).

Komnas HAM mengaku prihatin dan berduka atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut. Komnas HAM bakal mengawal kasus ini. Komnas HAM menaruh perhatian serius terkait banyaknya korban tewas dalam kerusuhan tersebut.

 

"Kita menyayangkan tragedi ini. Mekanisme PSSI harus jalan maksimal. Perlu keterbukaan terkait apa yang terjadi. Terkait siapapun yang terlibat kekerasan harus ada penegakan hukum. Kami memberi perhatian kepada kasus ini," tegasnya.

 Baca juga: Dari 127 Korban Tewas, 34 Orang Meninggal di Stadion Kanjuruhan dalam Kerusuhan di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya

Sebelumnya, Polda Jatim menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.

Sebanyak 125 Aremania dikabarkan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, terdapat dua polisi yang juga dikabarkan tewas. Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak napas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal, di stadion ada 34," beber Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Namun kejadian itu makin memprihatinkan. Korban tewas akibat kerusuhan dikabarkan bertambah. Para korban luka juga masih dilakukan perawatan intensif. Komnas HAM mengantongi informasi bahwa korban tewas bertambah menjadi 153 orang. Namun, jumlah tersebut perlu dikonfirmasi kembali ke pihak kepolisian.

Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. PT LIB menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban akibat peristiwa tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini