Share

Tragedi Stadion Kanjuruhan Polisi Dinilai Blunder, DPR: Gas Air Mata Dilarang FIFA!

Kiswondari, Sindonews · Minggu 02 Oktober 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679037 tragedi-stadion-kanjuruhan-polisi-dinilai-blunder-dpr-gas-air-mata-dilarang-fifa-J4Fzfa8Dou.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian prihatin dan menyayangkan insiden kerusuhan sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Pasalnya, dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya ratusan suporter dan dua aparat meninggal dunia.

 (Baca juga: Tembakan Gas Air Mata Bertubi-tubi Polisi Berujung 127 Orang Tewas, Ini Pembelaan Jenderal Nico)

"Sungguh sangat memprihatinkan dan disayangkan. Sepak bola Indonesia saat ini sudah mulai berkembang, jelas akan tercederai dengan adanya peristiwa ini," kata Hetifah kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Menurut Hetifah, dengan kerusuhan yang menewaskan lebih dari 100 orang suporter dan aparat ini, semua pihak terkait wajib melakukan koreksi mengenai pentingnya menjaga hak dan kewajiban, baik panitia penyelenggara, aparat, pemain dan suporter, dan pihak terkait lainnya dalam setiap ajang olahraga.

Namun yang paling penting adalah aparat mengetahui prosedur pengamanan ajang olahraga di mana tidak boleh gunakan gas air mata.

"Panitia wajib menyiapkan seluruh perangkat pertandingan, rasio jumlah aparat harus sebanding dengan jumlah penonton, suporter wajib menjaga ketertiban, dan lain-lain. Aparat wajib tahu prosedur keamanan dalam even olahraga. Misalnya tidak boleh menggunakan gas air mata dan lainnya," terangnya.

Hetifah menegaskan, penggunaan gas air mata ini menjadi salah satu poin penting dalam insiden ini, karena organisasi sepak bola dunia, FIFA jelas melarang itu.

"FIFA jelas-jelas melarang (penggunaan gas air mata)," tegasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, kewajiban masing-masing pihak tersebut sebenarnya telah tertuang dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Suporter telah diatur dalam Pasal 54 dan 55, seperti memperoleh fasilitas yang sesuai dengan nilai tiket masuk dan mendapatkan jaminan keselamatan dan keamanan.

"Namun suporter harus menjaga ketertiban selama pertandingan," imbuh Hetifah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini