Share

Polisi Minta Percepat Laga Arema FC vs Persebaya tapi Ditolak PT LIB, Ini Buktinya

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Minggu 02 Oktober 2022 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 337 2679031 polisi-minta-percepat-laga-arema-fc-vs-persebaya-tapi-ditolak-pt-lib-ini-buktinya-SiJ07llnFu.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA  - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut aparat keamanan telah melakukan antisipasi dan koordinasi terkait penyelenggaraan teknis laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Namun pihak panitia pelaksana (Panpel) tak menjalankan usulan dari polisi tersebut.

(Baca juga: Tembakan Gas Air Mata Bertubi-tubi Polisi Berujung 127 Orang Tewas, Ini Pembelaan Jenderal Nico)

"Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang. Tetapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat," kata Mahfud dalam unggahan di Instagram pribadinya, @mohmahfudmd Minggu (2/10/2022).

Alhasil, kata Mahfud, laga yang berlangsung panas itu tetap berlangsung pada malam hari. Bahkan, jumlah tiket yang dicetak melebihi kapasitas stadion yakni, sebanyak 42.000.

Lebih lanjut, Mahfud MD menegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dengan Arema. Ia meyakini itu lantaran suporter Persebaya telah dilarang menonton laga tersebut.

"Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema. Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter," tutur Mahfud.

Dia memastikan, pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari ke waktu.

"Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba," tandas Mahfud.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagai informasi, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang terjadi pasca Arema dikalahkam Persebaya. Kerusuhan menjadi-jadi saat para suporter itu harus bentrok dengan pihak kepolisian yang mencoba membuyarkan. Aksi baku hantam antara pihak kepolisian dan suporter pun tak terelakkan.

Situasi semakin mencekam ketika pihak kepilisian mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Dikabarkan dari situ, banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan nafas. Dikabarkan, 153 orang tewas dalam insiden tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini