Share

Fakta-Fakta Gempa Tapanuli Utara, Dinding Rumah Retak dan Meninggal 1 Orang

Nanda Aria, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 337 2678651 fakta-fakta-gempa-tapanuli-utara-dinding-rumah-retak-dan-meninggal-1-orang-12w1GW5NoZ.jpg Ilustrasi/ Doc: Freepik

JAKARTA - Gempa bumi melanda Tapanuli Utara, Sumatera Utara sebanyak empat kali pada Sabtu pagi (1/10/2022). Gempa tersebut membuat sejumlah bangunan rusak hingga memakan korban jiwa. Berikut fakta-fakta gempa di Tapanuli Utara.

1. Gempa terjadi 4 kali di pagi buta

Gempa bumi pertama terjadi pada pukul 02:28:41 WIB dengan 6.0 magnitudo. "Koordinat: 2.13 LU-98.89 BT (15 km BaratLaut TAPANULIUTARA-SUMUT), Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.

 BACA JUGA:UU Pemilu Digugat Relawan, Prabowo: Saya Selalu Koordinasi dengan Pak Jokowi

Lalu, gempa kedua terjadi pada pukul 02:50:35 WIB dengan 5,1 Magnitudo. Sedangkan gempa ketiga terjadi di pukul 03:37:40 WIB. Masih di titik yang sama di gempa kedua. Adapun, gempa keempat terjadi di pukul 04:03:16 WIB.

2. Rumah dan bangunan rusak

Berdasarkan konferensi pers yang digelar oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 02.28 WIB itu merobohkan lima unit bangunan rumah warga dan beberapa lainnya rusak ringan.

Gempa di lokasi itu mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan seperti plester dinding lepas dan cerobong asap pabrik rusak.

 BACA JUGA:Imigrasi Perbolehkan Pebisnis dari Negara APEC Masuk RI Tanpa Visa

3. Memakan korban meninggal

Gempa yang terjadi pada saat orang terlelap tidur ini juga turut memakan korban jiwa. Dwikorita menyampaikan bahwa peristiwa ini telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Gempa bumi ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sembilan mengalami luka," kata Dwikorita Karnawati saat menggelar konferensi pers, Sabtu.

4. Warga kaget dan lari ke luar rumah

Gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Tarutung dengan skala intensitas VI MMI atau getaran dirasakan oleh semua warga.

"Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar rumah," katanya.

Gempa juga dirasakan hingga daerah Sipahutar dengan skala intensitas V MMI atau getaran dirasakan hampir semua warga dan orang banyak yang terbangun dari tidur. Situasi serupa juga dialami penduduk daerah Singkildengan skala intensitas IV MMI.

"Dirasakan oleh orang banyak dalam rumah," katanya.

5. Gempa tidak menimbulkan tsunami

Hal yang sama juga dirasakan warga di daerah Tapaktuan dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima BMKG, kata dia, gempa bumi itu menimbulkan kerusakan pada beberapa rumah warga di Tapanuli.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini