Share

Jawab Keterkejutan Dahlan Iskan, TGB Zainul Majdi Bilang Perindo Bagian dari Kebhinnekaan

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 337 2678611 jawab-keterkejutan-dahlan-iskan-tgb-zainul-majdi-bilang-perindo-bagian-dari-kebhinnekaan-3NX9YwwglK.jpg TGB Zainul Majdi berbincang dengan Dahlan Iskan (Foto: Istimewa)

SURABAYA - Mantan Menteri BUMN sekaligus tokoh pers nasional Dahlan Iskan mengaku terkejut dengan langkah politik TGB HM Zainul Majdi bergabung ke Partai Perindo.

Apalagi, TGB didaulat sebagai Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo. "Saya kaget Tuan Guru. Bagaimana ceritanya ini, dan seperti apa prosesnya," katanya di sela-sela podcast DISWAY di Surabaya, Jumat 30 Agustus 2022.

Dahlan Iskan mengaku memiliki hubungan dekat dengan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, namun ia tak menyangka bila Hary Tanoe akan menarik TGB masuk Partai Perindo.

"Biasa yang diambil gerbongnya dulu. Ini ambil lokomotifnya, karena ambil Tuan Guru," sambungnya.

TGB pun menjelaskan perjalanannya bergabung dengan Partai Perindo dan komunikasi dengan Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo. Dikatakannya, proses tersebut berjalan cukup lama. Bahkan, sebelum diamanahkan sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia.

"Komunikasi kami panjang. Hampir satu setengah tahun, baru kemudian bergabung," katanya.

TGB Zainul Majdi berbincang dengan Dahlan Iskan (Foto: Istimewa)

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia ini mengatakan, bergabungnya ke Partai Perindo juga bagian dari kebhinnekaan. Menunjukkan berbicara keberagaman bukan hanya di ruang formal.

"Selama ini Abah (panggilan TGB Zinul Majdi pada Dahlan Iskan), kita selalu sampaikan keberagaman di banyak kesempatan. Berpartai ini salah satu cara menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika," ucapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dan yang paling penting, sambung TGB, politik bagian dari ruang muamalah. Ada keterbukaan untuk membuka ruang kolaborasi. "Ruang muamalah ini lentur. Beda dengan ruang ritual ibadah atau aqidah yang tak bisa diotak-atik," ujarnya.

"Dengan berpartai dapat berikhtiar bersama untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," sambungnya.

TGB melanjutkan, berpolitik baginya bukan ruang untuk bergagah-gagahan. Berpolitik sebagai ruang untuk menuangkan ide dan gagasan untuk memberi kontribungsi yang terbaik bagi bangsa. "Kita berpartai juga butuh ruang yang cukup. Dan Pak Hary memberikan itu," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini