Share

Putri Candrawathi Resmi Ditahan, Febri Diansyah Ingin Pengujian Bukti Secara Terbuka

Irfan Maulana, MNC Portal · Sabtu 01 Oktober 2022 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 337 2678592 putri-candrawathi-resmi-ditahan-febri-diansyah-ingin-pengujian-bukti-secara-terbuka-6HQZaLbAXy.jpg Febri Diansyah, pengacara Putri Candrawathi (Foto : MPI)

JAKARTA- Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi resmi ditahan terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Kuasa Hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah mengatakan penahanan itu sebagai penegasan sikap kooperatif sudah ditunjukkan kliennya dalam menjalani proses hukum.

"Menjadi bagian yang kami harapkan agar nanti pengujian fakta dan pengujian bukti-buktinya bisa dilakukan secara terbuka," ujarnya di Mabes Polri.

Diketahui, Putri tak ditahan sejak awal ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J yakni pada 19 Agustus 2022.

Sejak saat itu, Putri Candrawathi hanya dikenakan wajib lapor diri dua kali seminggu. Polri berasalan tak menahan Putih karena kemanusiaan.

"Kami harap juga ada pengawalan dari publik semuanya. Kalau dari instansi-instansi terkait sudah ada proses pengawasan secara khusus yang sama-sama kita dengar di pemberitaan media," kata Febri.

Febri pun menyambut baik upaya pengawalan kasus ini oleh berbagai pihak. Dia berharap pada sidang nanti, hakim dapat memberikan hukum yang adil secara imparsial bagi Putri.

"Keputusan adil tentu hanya bisa didapatkan dengan pengujian fakta-fakta dan bukti yang ada," jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Saat ini, berkas perkara Putri juga sudah dinyatakan P21 atau lengkap dan pada 3 Oktober 2022 akan dilakukan pelimpahan tahap II.

Diketahui, Ferdy Sambo menjadi tersangka pembunuhan anak buahnya Brigadir Josua Hutabarat (Brigadir J). Selain Ferdy Sambo polisi juga telah menetapkan lima tersangka lainnya. Diantaranya, Bharada E, Bripka RR, Ferdy Sambo, istrinya Putri Candrawathi dan asisten rumah tangga Kuat Maruf.

Mereka dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Empat tersangka sudah ditahan, sedangkan Putri Candrawathi masih menunggu pemeriksaan selanjutnya.

Polisi juga telah menetapkan tujuh orang tersangka terkait obstruction of justice dalam kasus ini. Diantaranya Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini