Share

BMKG : 24 Kali Gempa Susulan Guncang Tapanuli Utara

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 337 2678583 bmkg-24-kali-gempa-susulan-guncang-tapanuli-utara-koNWcv5JHe.jpg BMKG mencatat 24 kali gempa susulan guncang Tapanuli Utara. (Foto : MNC Portal/Robert Fernando)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 24 gempa susulan melanda Tapanuli Utara, Sumatera Utara, usai guncangan gempa magnitudo 6, yang kemudian dimutakhirkan menjadi 5,8. Gempa susulan itu mulai dari magnitudo 2,5 hingga 5,1 pada Sabtu (1/10/2022).

"Hingga pukul 04.05 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 24 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,1 dan magnitudo terkecil M2,5," ujar Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, Sabtu (1/10/2022) melansir Antara.

Daryono menjelaskan, gempa yang melanda Tapanuli Utara akibat aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun," kata Daryono.

Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Gempa tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Tarutung dengan skala intensitas VI MMI (getaran dirasakan oleh semua penduduk dan kebanyakan semua terkejut dan lari keluar), daerah Sipahutar dengan skala intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lalu daerah Singkil dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Tapaktuan dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu).

"Berdasarkan informasi sementara, gempa bumi ini menimbulkan kerusakan pada beberapa rumah warga di Tapanuli. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Masyarakat juga diminta untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggalnya cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini