Share

Sidang Kasus Korupsi Minyak Goreng, JPU Hadirkan Mantan Dirjen Kemendag

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 30 September 2022 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 337 2678528 sidang-kasus-korupsi-minyak-goreng-jpu-hadirkan-mantan-dirjen-kemendag-PaVxGZSxeB.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jakarta Pusat menghadirkan tiga saksi dalam sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian persetujuan ekspor CPO. Satunya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan dan turunannya, Oke Nurwan yang menjelaskan penyebab kelangkaan minyak di dalam negeri.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakpus, Bani Immanuel Ginting mengatakan, saksi Oke dalam sidang mengatakan bahwa penyebab kelangkaan karena distribusi kebutuhan dalam negeri yang kurang.

"Di dalam dashboard terlihat ada penyaluran DMO tetapi kondisi di pasar tidak tersedia minyak goreng di seluruh Indonesia, apabila tersedia minyak goreng tersebut dijual dengan harga yang sangat mahal," kata Bani dalam keterangannya tertulis, Jumat (30/9/2022).

 BACA JUGA:Bersaksi di Sidang Korupsi Minyak Goreng, Eks Dirjen Kemendag Ungkap Fakta Mengejutkan

Dalam sidang Oke menjelaskan bahwa salah satu penyebab kelangkaan itu adalah sistem distribusi yang tidak benar dari para pelaku usaha. Oke mengaku bahwa Kementerian Perdagangan juga sudah melakukan mitigasi untuk memperbaiki sistem distribusi itu dengan cara menggangu distribusi para pelaku usaha.

Mitigasi itu dilakukan agar semua perusahaan minyak goreng di Indonesia tidak ada yang melakukan penimbunan dan membuat minyak goreng langka.

"Kami berpikiran positif terhadap para pelaku perusahaan penyalur DMO melalui distribusinya masing-masing, tetapi ternyata tidak optimal. Maka saya menyalurkan langsung bekerja sama dengan BUMN. Serahkan kepada kami, kami sampaikan itu. Artinya kami menggangu distribusi mereka agar mereka memperbaikinya," kata Oke.

 BACA JUGA:Bersaksi di Sidang Minyak Goreng, Pejabat Kemendag Ungkap Perusahaan yang Penuhi DMO

Oke menjelaskan penyebab lainnya adalah karena harga CPO sebagai komponen utama pembentuk harga minyak goreng yang ikut naik tajam sebesar Rp26.000 per liter ditambah lagi adanya persoalan biaya bahan baku, proses produksi dan produksi.

"Secara sederhana untuk komponen harga itu kan terdiri dari biaya bahan baku, proses, produksi dan distribusi. Komponen terbesarnya adalah CPO-nya sendiri," kata Oke.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Terkait peran terdakwa Lin Che Wei Oke menyebut segala rekomendasi, pertimbangan dan analisa yang disampaikan terdakwa Lin Che Wei terkait minyak goreng tidak mengikat. Apa yang dilakukan oleh Lin Che Wei atas permintaan dan persetujuan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

"Iya (atas persetujuan M.Lutfi)," tuturnya.

Oke menyebut setiap kebijakan yang diambil oleh M. Lutfi tidak semua berasal dari saran terdakwa Lin Che Wei atau yang berstatus sebagai tim asistensi Menko Perekonomian itu.

"Tidak (selalu dari Lin Che Wei),” katanya.

Selain Oke, hadir dalam sidang sebagai saksi Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim, dan PNS Kementerian Perdagangan Arif Sulis Tiyo.

Dalam keterangan yang sama Bani Immanuel mengatakan persidangan akan kembali dijadwalkan pada hari Selasa tanggal 4 Oktober 2022 dengan agenda persidangan pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini