Share

5 Fakta Aksi KKB Bunuh Pekerja Jalan Trans Papua Barat, Begini Kronologinya

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 337 2678429 5-fakta-aksi-kkb-bunuh-pekerja-jalan-trans-papua-barat-begini-kronologinya-JerP5QTnau.jpg KKB (Foto: ist)

JAKARTA - Aksi kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi di wilayah Provinsi Papua Barat.

Kali ini sejumlah pekerja jalan kembali di serang oleh Orang Tidak Dikenal di wilayah Perbatasan Kabupaten Teluk Bintuni - Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis, 29 September 2022.

Berikut 5 Fakta Aksi KKB Bunuh Pekerja Jalan Trans Papua Barat:

1. KKB Serang Warga Sipil di Perbatasan Kabupaten Teluk Bintuni

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, mengatakan setelah informasi tersebut diperoleh, pihaknya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Teluk Bintuni di mana dari hasil konfirmasi tersebut membenarkan adanya kejadian tersebut.

Baca juga: KKB Kembali Serang Warga, Paulus Waterpauw: Segera Tangkap KKB Tak Berperikemanusiaan Itu!

"Ia, informasi awal, memang benar telah terjadi penembakan terhadap pekerja Proyek jalan Teluk Bintuni - Maybrat yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) terjadi di Jalan Trans Kabupaten Teluk Bintuni - Kabupaten Maybrat," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, Jumat (30/9/2022).

2. TNI Dapatkan Informasi Serangan KKB

Dia menjelaskan, dari informasi yang didapatkan kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh anggota TNI dari Pos Satgas Satuan Organik Yonif RK 136/TS yang mendapatkan laporan adanya kejadian tersebut.

Baca juga: KKB Teroris Bunuh 4 Pekerja Jalan Trans Papua Barat, Ini Penjelasan Polisi

"Informasi didapat sekitar pukul 18.20 WIT, telah diperoleh informasi dari Pos Satgas Satuan Organik Yonif RK 136/TS Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat, telah datang melapor tentang adanya tembakan yang diduga dilakukan oleh OTK " jelas Kabid Humas sesuai laporan Kapolres Teluk Bintuni.

Berdasarkan informasi itu, saat ini polri tengah mendalami dan mengecek kejadian brutal tersebut.

"Sementara saat ini masih didalami dan dicek, Kapolres bersama personil Kodim dan Brimob akan upaya evakuasi korban dan mendatangi TKP" ujarnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

3. Kronologi Serangan KKB di Teluk Bintuni

Dari informasi yang didapatkan menurutnya, kronologi kejadian peristiwa tersebut berawal saat sejumlah pekerja dan masyarakat sedang melakukan pekerjaan jalan dan mendengar adanya rentetan tembakan.

"Kronologi kejadian awalnya pada saat masyarakat yang sedang membuat jalan di wilayah Kampung Majnik ke arah Moskona Utara mendengar suara tembakan terdengar kencang dan ditembakan rentetan,"jelas Kabid Humas.

4. KKB Bunuh 4 Pekerja Jalan Trans Papua

Juru Bicara TPNPB - OPM KKB Teroris, Sebby Sambom mengatakan, sebanyak empat orang pekerja yang dituduh sebagai intelijen ditembak mati oleh Pasukan TPNPB - OPM Wilayah Kodap IV Sorong Raya.

Dikatakan Sebby, pihaknya menerima laporan salinan gambar video dan beberapa foto dari Komandan Operasi TPNPB - OPM Kodap IV Sorong Raya, Mayor Arnoldus Yancen Kocu.

Dalam video dan foto yang beredar tersebut terlihat sebanyak empat orang pekerja tewas dibunuh dan para korban tergeletak usai dibantai dengan sadis. Kelompok teroris tersebut juga membakar alat berat (excavator).

Dalam rekaman suara yang diketahui merupakan suara Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Arnoldus Yancen Kocu Juru Bicara TPNPB - OPM Sebby Sembom, menerangkan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIT.

" Kami langsung laporkan dari lapangan, pada hari ini Kamis 29 September 2022 tepat jam 4 sore (16.00 WIT),” kata Sebby, Jumat (30/9/2022).

Penembakan terhadap para pekerja Jalan Trans Papua barat tersebut disebutkan oleh Arnoldus Yancen Kocu terjadi di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.

Akibat penembakan tersebut, yang diduga dilakukan KKB, terdapat satu orang teman mereka yang terkena tembakan dibagian tangan kanan.

5. Alasan KKB Bantai Pekerja Jalan Trans Papua

Pihak TPNPB beralasan aksi sadis yang mereka lakukan dikarenakan pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya menemukan satu pucuk senapan tabung (senapan gas) dan sejumlah amunisi senjata api laras panjang kaliber 5,56 mm dan amunisi senjata api laras pendek (pistol)

"Di sini terjadi penembakan terhadap empat orang pekerja perusahaan jalan karena alasan kedapatan senjata tabung 12 butir amunisi jenis SS1 atau kode Peluru 5,56 mm dan sejumlah butir amunisi jenis pistol," ungkap Arnoldus Yancen Kocu.

"Sehingga dari lapangan langsung lakukan tindakan pembunuhan dan penembakan. Sekalian membakar dua truk dan dua alat berat yaitu excavator. Dan empat orang mati tempat dan tiga orang luka-luka," ungkap Arnoldus Jancen Kocu.

Seluruh korban meninggal dunia menurut Arnoldus saat ini masih berada di tangan TPNPB Kodap IV Sorong Raya. Pihaknya menunggu aparat TNI dan Polri untuk datang mengambil para korban.

"Bahwa korban yang sudah kami tembak mati tidak akan di ambil lagi oleh pihak musuh ( TNI - Polri) mayat kami akan tahan, kami tidak akan kasih ke siapa-siapa. Kami tunggu, yang datang ambil jenazah ini, kami tembak mati di tempat. Jenazah sementara masih ditangan TPNPB Kodap IV Sorong Raya," ujar Arnoldus.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini