Share

Terlibat Kasus Sambo, AKBP Ridwan Soplanit Didemosi 8 Tahun

Riana Rizkia, MNC Portal · Jum'at 30 September 2022 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 337 2678257 terlibat-kasus-sambo-akbp-ridwan-soplanit-didemosi-8-tahun-GrF3rbWgbC.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: M Farhan)

JAKARTA - Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit usai menjalani sidang kode etik terkait ketidakprofesionalan di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada Kamis 29 September 2022. 

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarlan hasil sidang, Ridwan dikenakan sanksi demosi selama delapan tahun.

"Kemarin sudah diputus oleh hakim komisi bahwa yang bersangkutan merupakan pelanggar dan dinyatakan perbuatan tercela, kemudian juga diberikan sanksi demosi selama 8 tahun," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Kendati demikian, Dedi tak memerinci bentuk keterlibatan yang menyebabkan sanksi demosi terhadap Ridwan. Saat ditanyakan apa peran Ridwan, Dedi hanya menjawab bahwa yang bersangkutan tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyidik.

"Dia tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyidik," ucapnya.

Setelah dijatuhi sanksi demosi, Dedi mengungkap bahwa Ridwan mengajukan banding, dan sedang didalami oleh komisi banding. "Kemudian yang bersangkutan banding, nanti akan didalami lagi oleh komisi banding," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, Polri kembali menggelar sidang etik terkait kasus pembunuhan Yosua Hutabarat (Brigadir J), Kamis 29 September 2022. Hari ini giliran mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit yang menjalani sidang etik. 

"Hari ini, sidang KKEP terduga pelanggar AKBP RS," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Kamis 29 September 2022.

Ramadhan menambahkan, AKBP Ridwan Soplanit disidang etik lantaran diduga tidak profesional dalam menjalankan tugas saat proses penyidikan perkara Brigadir J. "Wujud perbuatan diduga ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas," ujar Ramadhan.

Dalam perkara pembunuhan Brigadir J, Polri menjatuhkan sanksi demosi kepada anggota-anggota Polri yang terlibat di luar klaster penghalangan penyidikan atau obstruction of justice. Sanksi demosi diberikan lantaran mereka tidak profesional dalam penanganan kasus tersebut.

Dalam kasus obstruction of justice, Polri telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka pidana. Yakni, Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto dan AKP Irfan Widyanto.

Polri telah menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 4 tersangka, yaitu Ferdy Sambo, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Kombes Agus Nurpatria. Terbaru, komisi etik menolak banding PTDH yang diajukan Ferdy Sambo. Dengan kata lain Ferdy Sambo resmi dipecat atau bukan lagi anggota Polri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini