Share

Diam-Diam, Putri Candrawathi Jalani Wajib Lapor Kasus Brigadir J

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 30 September 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 337 2677953 diam-diam-putri-candrawathi-jalani-wajib-lapor-kasus-brigadir-j-PNhJjrmLGm.jpg Putri Chandrawathi jalani rekonstruksi ulang pembunuhan Brigadir J (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Putri Candrawathi menjalani wajib lapor sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Gedung Bareskrim Polri.

Namun, kedatangan Putri Candrawathi lagi dan lagi tidak diketahui oleh awak media yang sudah menunggunya di semua pintu masuk ataupun keluar Gedung Bareskrim Polri.

"Wajib lapor. Ini di Bareskrim, bu PC sudah di dalam," kata Pengacara Putri, Arman Hanis di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022).

Arman mengklaim tidak mengetahui agenda apalagi selain wajib lapor yang akan dijalani oleh istri dari pecatan Polri berpangkat Irjen, Ferdy Sambo tersebut.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Febri Diansyah Kawal Putri Candrawathi ke Bareskrim

"Belum tahu agenda kesehatannya," ujar Arman.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pidana pembunuhan berencana Brigadir J. Mereka adalah, Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal, serta Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Baca juga: Febri Diansyah Klaim Banyak Tolak Tersangka Korupsi, Namun Kasus Ferdy Sambo Disikat

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Ferdy Sambo berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Berkas penyidikan seluruh tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J pun telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Agung. Dengan begitu, semua tersangka akan segera menghadapi proses persidangan.

Atas perbuatannya, mereka semua disangka melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini