Share

DPR Tiba-Tiba Ganti Hakim MK Aswanto dengan Guntur Hamzah, Ada Apa?

Kiswondari, Sindonews · Jum'at 30 September 2022 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 337 2677875 dpr-tiba-tiba-ganti-hakim-mk-aswanto-dengan-guntur-hamzah-ada-apa-X0yHY17mIb.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - DPR tiba-tiba mengganti Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) atau Hakim Konstitusi Aswanto dengan Guntur Hamzah, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK pada Rapat Paripurna DPR Senin (29/9) siang kemarin.

Hal ini diputuskan berdasarkan hasil rapat Komisi III DPR yang dilakukan pada Senin (29/9) pagi hari, di mana ada 5 (lima) fraksi setuju, 1 (satu) fraksi menerima dengan catatan, 1 (satu) fraksi menolak, dan 2 (dua) fraksi tidak hadir.

 (Baca juga: Tegas! MK Putuskan Pejabat Gubernur hingga Wali Kota Tidak Boleh dari Prajurit TNI Aktif)

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Habiburokhman memberikan penjelasan. Menurutnya, Komisi III ini menindaklanjuti surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengkonfirmasi perihal kelanjutan 3 hakim konstitusi usulan DPR yakni, Arief Hidayat, Aswanto dan Wahidudin Adams, hingga akhirnya memutuskan untuk mengganti Aswanto dengan Guntur tanpa ada penjelasan lebih lanjut.

"Ya kurang lebih kan ada surat dari MK, mengkonfirmasi 3 hakim yang ditunjuk DPR itu, tentu MK menamakannya tindakan hukum dengan mengirimkan surat konfirmasi ke DPR, makannya tadi kami bersikap yaitu 3 hakim MK tersebut yang 2 tetap, yang satu Aswanto digantikan Profesor Guntur Hamzah," kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, yang dikutip Jumat (30/9/2022).

Saat ditanya alasannya, politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa putusan itu didasarkan pada surat MK tersebut, yang diterima DPR pada pekan lalu.

"Ya itu, berdasarkan surat MK itu, MK berkirim surat kepada kami. Ya itu kami jawab," terangnya.

Terkait adanya isu beda penafsiran terkait Surat MK, Habiburokhman mengakui ada dialog dalam rapat Komisi III DPR, namun akhirnya ada keputusan yang sudah disahkan di Rapat Paripurna DPR.

"Enggak (ada beda tafsir), emang ada dialog, kan pada akhirnya diputuskan, itu akhirnya menjadi keputusan," ujar Habiburokhman.

Saat dikonfirmasi kembali perihal beda tafsir surat tersebut, Habiburokhman kembali membantah dan faktanya hal itu sudah diputuskan.

Mengenai adanya Fraksi Demokrat yang menolak, Habiburokhman mempersilahkan media untuk menanyakan langsung pada Demokrat. Faktanya, itu sudah dirapatkan pada Rabu (28/9) dan Kamis (29/9) pagi, dan sudah ditanyakan kesediaan dari Guntur Hamzah dan mayoritas fraksi menyetujui.

"Ya intinya seluruh putusan Komisi III memutuskan itu, mayoritasnya itu," tegasnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Adapun alasan memilih Guntur, Habiburokhman menjelaskan, Gerindra menyetujui karena memahami bahwa Guntur adalah sosok yang paling mengerti soal hukum konstitusi, dia juga menjabat Sekjen MK dan sebelumnya juga sudah lama di MK. Dan yang paling penting, Guntur adalag orang yang mempromosikan yang namanya constitusional complaint.

"Constitutional complaint semacam permohonan, semacam gugatan ke MK apabila rakyat merasa hak konstitusinya dilanggar. Selama ini kan itu kekosongan hukum, profesor Guntur ini salah satu yang berpendapat dengan Habiburokhman soal constitusional compaint itu, makannya kalau saya dengar nama Guntur saya 100% mendukung ya," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini