Share

5 Fakta Kasus Pencabulan Bocah oleh Kepala Sekolah Distop Polisi, Sempat Ngadu ke Hotman Paris

Awaludin, Okezone · Jum'at 30 September 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 337 2677781 5-fakta-kasus-pencabulan-bocah-oleh-kepala-sekolah-distop-polisi-sempat-ngadu-ke-hotman-paris-MWTg3rYboq.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara memberhentikan proses penyidikan kasus dugaan pencabulan siswi Sekolah Dasar (SD) oleh kepala sekolah yang sempat viral di media sosial.

Tak hanya itu, ibunda korban pun sempat melaporkan dugaan pencabulan yang menimpa anaknya itu ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

 BACA JUGA:Emak-Emak Geruduk Kantor Polisi di Purwakarta, Ternyata Hendak Laporkan Guru Ngaji Cabul

Berikut lima fakta kasus pencabulan siswi SD dihentikan polisi:

1. Keterangan dan Bukti Pelapor Banyak yang Tidak Sesuai.

 

Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, selama penyidikan kasus ini, banyak menemukan ketidaksesuian keterangan serta bukti mulai dari pelapor, anak pelapor hingga saksi, banyak keterangan yang tidak singkron terhadap fakta dilapangan.

“Dari hasil kesepakatan gelar yang telah dilakukan bersama, memutuskan akan menghentikan kasus ini karena tidak terbukti, meski begitu penyidik masih terus menindak lanjuti hasil visum yang ditemukan luka robek dikemaluan korban,” kata Tatan, Kamis 29 September 2022.

 BACA JUGA:Remaja 13 Tahun Dicabuli 3 Pengamen di Koja

2. Sebanyak 31 Saksi Diperiksa.

“Dalam kasus ini sudah memeriksa sebanyak 31 orang saksi, yang terdiri dari pelapor, pihak sekolah, penjual warung hingga para ahli,” kata Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

3. Kemen PPPA Minta Kasus Luka Robek Kemaluan Korban Diusut

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Asiten Deputi (Asdep) Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Elvi Hendrani mengatakan, pihaknya meminta agar kasus ini tetap ditindaklanjuti.

“Tetap ditindaklanjuti, khususnya terhadap penemuan luka robek diselaput kemaluan anak, apakah luka tersebut bekas jatuh atau memang bekas diperkosa, serta meminta agar hak pendidikan anak dan kesehatannya agar dapat di penuhi,” kata Elvi.

4. Dibela Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea

 

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun angkat bicara dan meminta Poltabes Medan untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemerkosaan tersebut.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke Poltabes Medan, namun sampai hari ini belum ada perkembangan,” kata Hotman Paris mengutip laman Instagramnya @hotmanparisofficial, pada Kamis 8 September 2022.

Hotman Paris pun meminta kepada Kapolda Sumut untuk menjadikan kasus pemerkosaan ini sebagai salah satu atensi. Sehingga dapat dituntaskan dan memberikan rasa keadilan kepada korban.

“Bapak Kapolda Sumatera Utara mohon segera kasus ini mendapat perhatian,” sebut Hotman.

5. Korban Diduga Digilir Tiga Orang

Imelda, ibu korban, menyebut peristiwa pemerkosaan itu terjadi pada tahun 2021 lalu. Awalnya korban diberikan serbuk putih oleh petugas kebersihan sekolah. Petugas kebersihan itu kemudian memaksa korban meminum habis serbuk putih itu.

Petugas kebersihan kemudian menutup mulut korban dengan lakban serta mengikat kaki dan tangan korban. Dia lalu digendong ke gudang sekolah.

Di gudang sekolah ternyata Kepala sekolah telah menunggu. Dia lalu memperkosa korban di dalam gudang. Sementara petugas kebersihan sekolah berjarga di depan pintu gudang.

Setelah kepala sekolah, pimpinan administrasi sekolah dan petugas kebersihan itu pun menggilir bocah malang itu.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini