Share

4 Tokoh Penting Pembuatan Film G30SPKI, Proses Produksi Butuh Dua Tahun

Ajeng Wirachmi, Litbang Okezone · Jum'at 30 September 2022 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 337 2677635 4-tokoh-penting-pembuatan-film-g30spki-proses-produksi-butuh-dua-tahun-jZutQFAffo.jpg Arifin C Noer. (Foto: arifin.perfilman.perpusnas.go.id)

FILM Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI atau Pengkhianatan G30S/PKI merupakan film yang diproduksi pada 1984. Film ini mengisahkan tentang pemberontakan PKI yang menewaskan 6 jenderal dan 1 perwira TNI AD.

Siapa saja tokoh yang terlibat dalam pembuatan film tersebut? Berikut informasinya.

1. Arifin C. Noer

Sutradara film G30S/PKI adalah Arifin Chairin Noer. Pria kelahiran Cirebon, 10 Maret 1941 merupakan salah satu tokoh besar dalam dunia perfilman Indonesia. Selain sebagai sutradara, Arifin juga dikenal luas sebagai penyair dan penulis skenario.

Arifin dan timnya membutuhkan waktu hingga 2 tahun lamanya untuk memproduksi film ini. Ia harus benar-benar melakukan riset dan penelusuran literatur. Selain itu, Arifin juga harus memastikan bahwa skenario yang ia tulis sudah sesuai dengan kebenaran peristiwanya.

Baca juga: Kisah Massa PKI Membabat Habis Hutan Adat Wonosadi yang Terkenal Angker

Istri Arifin C. Noer, Jajang C. Noer, berani memastikan bahwa film yang dibuat sang suami tidak direkayasa. Arifin meninggal dunia pada 28 Mei 1995 karena menderita sakit kanker hati.

2. Nugroho Notosusanto

Tokoh lain yang juga terlibat dalam pembuatan film G30S/PKI adalah sejarawan militer, Nugroho Notosusanto. Skenario film tersebut dibuat berdasarkan buku yang ditulis Nugroho dan terbit pada tahun 1968 berjudul ‘Tragedi Nasional Percobaan KUP G 30 S/PKI di Indonesia’.

Selain sejarawan, Nugroho pernah menduduki posisi sebagai Kepala Pusat Sejarah Militer ABRI dan pengajar di Lemhanas serta Sesko ABRI. Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia kelahiran Rembang, 15 Juli 1930 ini juga pernah menulis beberapa buku terkenal lainnya, seperti ‘Pemberontakan Peta Blitar 14 Februari’, ‘Hijau Tanahku Hijau Bajuku’, ‘Tiga Kota’, dan ‘The Battle of Surabaya’. Nugroho wafat di Jakarta, 3 Juni 1985 dalam usia 54 tahun.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

3. Ismail Saleh

Menteri Kehakiman pada masa pemerintahan Soeharto (1984-1993), Ismail Saleh, juga terlibat dalam penggarapan film G30S/PKI. Bersama Nugroho Notosusanto, Ismail turut menulis buku yang menjadi dasar penulisan skenario film.

Melansir laman Kepustakaan Presiden Perpusnas, Ismail merupakan eks Jaksa Agung pada masa Kabinet Pembangunan V (1981-1984). Ia juga pernah didapuk menjadi Wakil Sekretaris Kabinet/Asisten Sekneg Urusan Administrasi Pemerintahan. Ia meninggal dunia pada 21 Oktober 2008 dalam usia 82 tahun.

4. G. Dwipayana

Gufran Dwipayana atau G. Dwipayana adalah seorang produser yang memiliki latar belakang militer dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Ia pernah menjadi direktur PPFN (Perum Produksi Film Negara).

Lahir di Jember, 12 Desember 1932, Gufran juga memproduksi film terkenal lainnya, yakni ‘Si Unyil’, ‘Serangan Fajar’, ‘Si Huma’, dan ‘Aku Cinta Indonesia’. Gufran mengembuskan napas terakhir pada 18 Maret 1950.

*diolah dari berbagai sumber

Ajeng Wirachmi-Litbang MPI

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini