Share

5 Fakta Lubang Buaya, Jejak Kekejaman PKI yang Tersisa

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 30 September 2022 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 337 2677427 5-fakta-lubang-buaya-jejak-kekejaman-pki-yang-tersisa-pOSyWU2a5w.jpg Sumur di Lubang Buaya (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dirasakan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI pada 1965 yang menjadi catatan hitam dan meninggalkan luka yang mendalam bagi bangsa Indonesia.

Lubang Buaya menjadi salah satu saksi bisu betapa kejamnya yang dilakukan oleh PKI dalam G30S. Berikut beberapa fakta Lubang Buaya, sebagai bukti kekejaman PKI:

1. Sejarah Lubang Buaya

Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan, bahwa dahulu di wilayah ini ada kali yang dipenuhi oleh gerombolah buaya. Tidak hanya buaya yang dapat terlihat oleh mata, tapi juga ada yang tidak terlihat oleh mata, seperti siluman buaya putih.

Meski demikian, binatang buas tersebut bisa ditaklukkan oleh sosok ulama bernama Pangeran Syarif atau Datok Banjir. Setelah tidak ada buaya, daerah itu dijadikan permukiman penduduk.

Sejak saat itu, daerah tersebut dinamai dengan Lubang Buaya. Lubang Buaya yang berada di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (PKI) atau G30S PKI.

2. Pusat Pelatihan PKI

Sebelum peristiwa G30S PKI, di daerah Lubang Buaya terdapat perubahan aktivitas warga. Kawasan yang dulunya sepi, perlahan mulai ramai. Jalanan pun turut ramai akibat truk yang berkeliaran siang dan malam untuk mengantarkan pemuda.

 BACA JUGA:Jejak Komunis di Malang Sebelum Peristiwa Berdarah G30SPKI

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Di sana, konon menjadi tempat latihan yang dilakukan para pemuda yang diduga sebagai simpatisan PKI. Warga sekitar pun turut diajak untuk mengikuti kamp latihan. 

Anehnya, latihan ala militer yang seharusnya dilaksanakan di Halim Perdanakusuma, yang merupakan pangkalan udara milik TNI Angkatan Udara, malah dilaksanakan di Lubang Buaya. Perubahan situasi dan aktivitas di daerah Lubang Buaya diduga menjadi pusat pelatihan oleh PKI.

3. Sumur Tua Tempat Jenazah Ditimbun 

Sudah tidak asing lagi bahwa sumur tua yang terletak di Lubang Buaya menjadi tempat penimbunan jenazah para jenderal dan perwira TNI AD yang dibunuh oleh PKI. Dengan kejamnya, PKI membuang jenazah mereka ke dalam sumur tersebut dan ditimbun.

Para korban kekejaman PKI tersebut adalah Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jendral Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo, serta Lettu Pierre Tendean.

Kondisi jenazah yang terdapat di sumur tua tersebut sangat mengenaskan. Proses penemuan dan pengangkutan jenazah ini pun membutuhkan waktu yang cukup lama.

4. Ukuran Sumur Tua 

Sumur yang menjadi lokasi pembuangan jenazah para jenderal itu hanya berdiameter 76 sentimeter dengan kedalaman 12 meter. Sumur inilah yang menjadi spot utama di Kompleks Memorial Lubang Buaya. Lokasi sumur ini terletak di depan Monumen Pancasila.

Sumur yang dulunya dimanfaatkan sebagai sumber air tanah ini sudah ditinggalkan sejak air tanah tidak lagi keluar dari dasar sumur. Meskipun demikian, kondisi sumur tetap lembap.

5. Sebagai Tempat Bersejarah

Sebagai saksi bisu dari peristiwa kelam G30S PKI, Lubang Buaya akhirnya dijadikan tempat bersejarah. Lebih tepatnya, untuk mengenang para jenderal dan perwira yang gugur dalam peristiwa tersebut. Tempat ini menjadi Museum Lubang Buaya atau yang disebut juga Museum Pengkhianatan PKI.

Museum Lubang Buaya berisi replika patung-patung yang menceritakan tentang sejarah G30SPKI. Selain itu, juga ada ruangan khusus yang menyimpan dan memajang barang-barang seperti pakaian yang masih terdapat bercak darah, sepeda ontel yang dipakai oleh tokoh-tokoh pahlawan Indonesia, foto-foto para pahlawan G30SPKI, dan lain-lain. 

Diolah dari berbagai sumber/Alifia Gita Riani – Litbang MPI

 

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini