Share

KPK Selisik Perintah Rektor Unila Terkait Pengkondisian Kelulusan Mahasiswa Baru

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 29 September 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 337 2677257 kpk-selisik-perintah-rektor-unila-terkait-pengkondisian-kelulusan-mahasiswa-baru-LROnVhdGDR.jpg Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada perintah Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani (KRM) untuk mengkondisikan kelulusan calon Mahasiswa Baru (Maba). Karomani diduga memerintahkan dekan maupun pejabat Unila untuk mengkondisian kelulusan sejumlah Maba.

Informasi terkait adanya dugaan perintah tersebut langsung dikonfirmasi KPK ke sejumlah dekan dan pejabat Universitas Lampung pada Rabu, 28 September 2022. Mereka yang dikonfirmasi yakni, Dekan Fakultas Kedokteran, Dyah Wulan Sumekar R; Dekan Fakultas Hukum, Patuan Raja.

 BACA JUGA:KPK Periksa 11 Saksi Usut Suap Penerimaan Mahasiswa Baru Unila

Kemudian, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Suharso; Dekan Teknik, Helmy Fitriawan; Dekan Fakultas Pertanian, Irwan Sukri Banuwa; serta Dekan Fakultas MIPA, Suripto Dwi Yuwono; Staf Pembantu Rektor I Unila, Tri Widioko.

Selanjutnya, seorang Dosen, Mualimin; Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila, Budi Sutomo; Sekretaris Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila, Shinta Agustina; serta BPP Biro Perencanaan dan Humas Unila, Nurhati BR Ginting. Total, ada 11 saksi yang diperiksa KPK kemarin.

"Seluruh saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait konfirmasi barang bukti dokumen penerimaan Maba Unila dan dugaan adanya perintah tersangka KRM untuk mengondisikan Maba yang telah mendapat persetujuan tersangka untuk diluluskan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (29/9/2022).

 BACA JUGA:Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, KPK Periksa Enam Dekan Unila

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut yakni, Rektor Unila, Karomani (KRM).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kemudian, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Andi, tersangka pemberi suap.

Karomani diduga mematok atau memasang tarif Rp100 juta hingga Rp350 juta bagi para orang tua yang menginginkan anaknya masuk di Unila. Karomani diduga telah berhasil mengumpulkan Rp5 miliar dari tarif yang ditentukan tersebut.

Adapun, uang dugaan suap itu diterima Karomani melalui sejumlah pihak perantara, di antaranya, Heryandi dan M Basri. Salah satu pihak swasta yang menyuap Karomani yakni, Andi Desfiandi.

Atas perbuatannya, Andi selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Karomani, Heryandi, dan M Basri, selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini