Share

Kisah Hidup Letjen MT Haryono, Calon Dokter Korban Peristiwa G30S/PKI

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Kamis 29 September 2022 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 337 2677193 kisah-hidup-letjen-mt-haryono-calon-dokter-korban-peristiwa-g30s-pki-49UgSL59hO.jpg MT Haryono (Foto: Istimewa)

JAKARTA- Kisah hidup Letjen MT Haryono, calon dokter korban peristiwa G30S/PKI memang menarik dikupas. Letnan Jenderal (Anumerta) MT Haryono adalah salah satu korban yang tewas pada malam berdarah di Lubang Buaya 30 September 1965 atau yang dikenal degan Peristiwa G30S. Dia merupakan Pahlawan Revolusi yang tegas menolak gagasan Angkatan Kelima yang diusung PKI.

Angkatan Kelima ini merupakan gagasan yang diusung Partai Komunis Indoneis atau PKI yang hendak mempersenjatai para buruh dan kaum tani.

Seperti sebagian besar perwira lain di Angkatan Darat, MT Haryono melihat adanya potensi bahaya dari gagasan pembentukan Angkatan Kelima itu. Perbedaan ide inilah yang diduga membuat MT Haaryono menjadi target pembunuhan, hingga tewas di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965.

Kisah hidup Letjen MT Haryono, calon dokter korban peristiwa G30S/PKI merupakan sosok yang cakap berunding. Ia menguasai 3 bahasa. MT Haryono dilahirkan di Surabaya pada 20 Januari 1924. Saat periode pendudukan Jepang ia mengikuti pelajaran pada Ika Dai Gaku (Sekolah Kedokteran) di Jakarta. Pada masa Proklamasi Kemerdekaan Haryono ikut bergabung dalam TKR dengan pangkat Mayor.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Karena pandai berbahasa Belanda, lnggris dan Jerman, MT Haryono ikut dalam berbagai perundingan antara Indonesia dan Belanda atau Indonesia dengan lnggris. Tidak hanya itu, dirinya juga memiliki perawakan yang tenang serta pembawaan bersahaja, membuat dirinya sebagai aset utama Indonesia dalam berunding.

Salah satu perundingan termashyur yang melibatkan peran MT Haryono adalah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949, dimana dirinya ketika itu menjabat posisi sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.

MT Haryono pemah menjadi sekretaris delegasi RI dan Sekretaris Dewan Pertahanan Negara, kemudian menjadi Wakil Tetap pada Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata. Ia kemudian menjadi Atase Militer RI untuk Negeri Belanda (1950) dan sebagai Direktur Intendans dan Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat (1964).

Menjabat posisi Men/Pangad ketika itu, pemikiran-pemikiran M.T. Haryono kerap berseberangan dengan gagasan-gagasan yang dilontarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu memiliki pengaruh cukup besar di tengah masyarakat.

- Memiliki Cita-cita sebagai Dokter

Letjen kelahiran 20 Januari 1924 di Surabaya itu diketahui memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. MT Haryono memperoleh pendidikan di Eurospeesch Lagere School (ELS), dan lanjut menempuh pendidikan di Hoogere Burger School (HBS).

Usai lulus dari HBS, MT Haryono melanjutkan pendidikan di Ika Dai Gakki (Sekolah Kedokteran) pada masa pendudukan Jepang di Jakarta. Hanya saja, saat Indonesia tengah mempertahankan kemerdekaan, ia keluar dari sekolah kedokteran dan masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

MT Haryono juga diketahui memiliki kemampuan menguasai bahasa asing seperti: Inggris, Belanda dan Jepang. Kemampuannya itu membuatnya sering ikut serta dalam perundingan. Salah satunya dipercaya sebagai delegasi militer Indonesia di Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda (23 Agustus-2 November 1949).

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini