Share

Heboh soal Tabloid Politik di Masjid, Ini Respon Kemenag

Bachtiar Rojab, MNC Media · Kamis 29 September 2022 00:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 337 2677038 heboh-soal-tabloid-berbau-kampanye-di-masjid-kemenag-bakal-buat-tabloid-tandingan-Vm9hR2oVHN.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas/ Foto: Humas Kemenag

JAKARTA - Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin turut menanggapi adanya Tabloid berbau kampanye yang sempat viral di jagat maya. Menurut Amin, hal itu tidak dibenarkan. Sebab, dapat memicu pecah belah bangsa.

"Tabloid yang kira-kira berpotensi menghasut memecah belah sebaiknya jangan karena itu sangat tidak produktif untuk Indonesia kita,"ujar Kamaruddin Amin kepada wartawan di, Rabu,(28/09/2022).

 BACA JUGA:Terbukti Selingkuh, KY dan MA Berhentikan Hakim Pengadilan Negeri Serang

Lebih lanjut, Amin menuturkan, bukan tidak mungkin pihak Kemenag bakal membuat aturan terkait larangan tersebut. Karena, kata Amin, Masjid merupakan tempat suci dan penting bagi umat Islam.

"Mungkin (buat aturan). Kita akan coba lihat, kita akan tindak lanjuti karena sekali lagi masjid ini sangat penting sangat strategis, tidak boleh masjid dijadikan tempat untuk memecah umat," katanya.

 BACA JUGA:Pj Gubernur DKI Butuh Orang yang Jago Komunikasi dan Menjalin Hubungan

Kendati demikian, Amin menambahkan, pihaknya punya strategi sendiri guna menghilangkan bau politik di lingkungan masjid. Salah satunya, dengan menyebarkan, tabloid tandingan berisi unsur-unsur keagamaan.

"Gini, kita kan sedang menyiapkan tabloid sebenarnya nanti disebar ke masjid-masjid pandangan tentang keagamaan yang menyejukkan, menenangkan tidak menghasut, hate speech, ini penting karena masjid itu sangat strategis," paparnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Jadi, lanjut Amin, Ia berharap, esensi masjid tetap menjadi tempat yang sejuk dan menyejukkan tanpa adanya unsur politisasi.

"Mari kita jadikan masjid sebagai tempat untuk mencerahkan umat, menyejukkan dan jangan menjadi tempat yang kemudian terjadinya pecah belah diantara umat," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini