Share

Jelang Sidang Perdana, Tim Hukum Ferdy Sambo Cs Rekonstruksi Peristiwa hingga Diskusi dengan Ahli

Irfan Maulana, MNC Portal · Rabu 28 September 2022 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 337 2676930 jelang-sidang-perdana-tim-hukum-ferdy-sambo-cs-rekonstruksi-peristiwa-hingga-diskusi-dengan-ahli-4MuLJ581hN.jpg Ferdy Sambo (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Tim kuasa hukum Ferdy Sambo telah melakukan sejumlah langkah menghadapi sidang perdana. Salah satunya dengan melakukan rekonstruksi peristiwa.

Berkas perkara kasus pembunuhan Brigadir Josua Hutabarat (Brigadir J), dengan tersangka Ferdy Sambo cs diketahui sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Tak lama lagi, kasusnya siap disidangkan.

Tim kuasa hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah menegaskan, mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusannya mendampingi perkara secara objektif.

"Melakukan rekonstruksi di rumah di Magelang mempelajari seluruh berkas yang tersedia dan menganalisis keterangan pihak," ujarnya saat konferensi pers terkait pelimpahan perkara proses hukum yang objektif dan berkeadilan dengan pihak di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Rabu, (28/9/2022).

 

Selain itu, tim kuasa hukum menganalisis keterangan pihak yang relevan dan metode pengumpulan fakta lainnya. "Melakukan diskusi dengan 5 ahli hukum yakni 3 profesor dan 2 doktor ilmu hukum dari perguruan tinggi," kata Febri.

BACA JUGA:Ferdy Sambo Segera Disidang dalam Waktu Dekat 

Kemudian, berdiskusi dengan lima psikolog, baik guru besar psikologi forensik untuk mempelajari setidaknya 21 pokok-pokok perkara pembunuhan. "Dan pembunuhan berencana, dan kegiatan lain sesuai dengan ruang lingkup pendampingan hukum yang diberikan," tuturnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dalam perkara obstruction of justice terkait kasus pembunuhan Brigadir J juga dinyatakan lengkap. Kejagung menerima dua berkas dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

Pertama, berkas kasus pembunuhan berencana empat tersangka Ferdy Sambo, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf. Keempat berkas tersangka tersebut dinyatakan belum lengkap karena bukti formil dan materil masih kurang.

Kedua, berkas kasus obstruction of justice atau penghalangan penyidikan dengan tujuh tersangka di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Cuk Putranto, Irfan Widyanto.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini