Share

KPK Duga Lukas Enembe Kerap Sewa Jet Pribadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 28 September 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 337 2676520 kpk-duga-lukas-enembe-kerap-sewa-jet-pribadi-zI7NWrAMSO.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE) dan keluarganya kerap menyewa pesawat jet pribadi. Dugaan Enembe tersebut kemudian dikonfirmasi penyidik ke seorang saksi.

Adapun, saksi yang dikonfirmasi soal dugaan penyewaan pesawat jet pribadi untuk Lukas yakni, Direktur Asia Cargo Airline, Revy Dian Permata Sari. Revy didalami keterangannya pada Selasa, 27 September 2022, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

"Revy Dian Permata Sari, Direktur Asia Cargo Airline, saksi hadir didalami pengetahuan saksi di antaranya soal adanya beberapa kali sewa private Jet yang dilakukan oleh LE dan keluarga," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (28/9/2022).

Sementara itu, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap satu saksi lainnya yakni seorang mahasiswa, SPS, pada Selasa kemarin. Namun, Selvi tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut. KPK menjadwal ulang pemeriksaan terhadapnya pada hari ini

"SPS, Pelajar/Mahasiswa, saksi tidak hadir dan akan dilakukan penjadwalan ulang untuk diperiksa hari ini 28/9," terang Ali.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Politikus Partai Demokrat tersebut diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di antaranya, terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Informasi terbaru, ada temuan PPATK terkait transaksi keuangan Lukas yang mengalir ke rumah judi alias kasino di luar negeri. PPATK menyebut jumlahnya hampir setengah triliun. KPK sedang mendalami temuan PPATK tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini