Share

Kisah Letjen Suprapto, Sosok Sayang Keluarga yang Gugur Pada Peristiwa G30SPKI

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 28 September 2022 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 337 2676312 kisah-letjen-suprapto-sosok-sayang-keluarga-yang-gugur-pada-peristiwa-g30spki-gabir5rUpS.jpg Ilustrasi/ Doc: Istimewa

JAKARTA - Salah satu tokoh pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30SPKI) tahun 1965 adalah Letnan Jendral (Anumerta) Suprapto.

Menyadur dari buku Ensiklopedia Pahlawan Nasional serta arsip Okezone, dapat dilihat bahwa Letjen Suprapto selain loyal terhadap negara serta sosok penyayang keluarga.

 BACA JUGA:Kasus Pencabulan Sesama Jenis di Bandung Terbongkar, Pelaku dan Korban di Bawah Umur

Suprapto lahir pada 20 Juni 1920 di Purwokerto. Pendidikan militemya dimulai pada Akademi Militer Kerajaan di Bandung, namun sempat terputus karena mendaratnya tentara Jepang di Indonesia.

Dalam masa pendudukan Jepang Suprapto mengikuti latihan-latihan yang disediakan untuk para pemuda. Dia mengikuti kursus pada Pusat Latihan Pemuda dan kemudian bekerja pada Kantor Pendidikan Masyarakat.

Pada awal kemerdekaan Indonesia, Suprapto aktif dalam usaha merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap ia kemudian memasuki Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Purwokerto dan ikut dalam pertempuran di Ambarawa sebagai ajudan Panglima Besar Sudirman.

 BACA JUGA:Gubernur Maluku Murad Ismail Puji Anies Baswedan: Sangat Perhatian Pada Maluku

Ketika melakukan dinas kemiliteran, Suprapto pemah menjabat sebagai Kepala Staf Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang; sebagai staf Angkatan Darat di Jakarta; sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Darat untuk wilayah Sumatera di Medan; sebagai Deputi 11 Menteri/Panglima Angkatan Darat, Jakarta.

Suprapto menentang rencana PKI untuk membentuk Angkatan Kelima, unsur pertahanan keamanan Republik Indonesia yang digagas PKI. Angkatan ini diambil dari kalangan buruh dan petani yang dipersenjatai.

Pada 1 Oktober 1965 dinihari PKI menculik serta membunuh Suprapto. Jenazahnya ditemukan didaerah Lubang Buaya dan selanjutnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Semasa hidupnya, Suprapto sangat dekat dengan keluarganya. Tugasnya di militer membuatnya sangat sibuk. Jarang ada kesempatan untuk bisa berkumpul dengan keluarganya. Tapi kesempatan yang jarang itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Suprapto.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Suprapto juga merupakan sosok suami dan ayah yang sangat dihormati. Anak-anaknya sangat patuh dan segan padanya dan akan selalu menuruti kata-katanya tanpa harus dimarahi.

Bila ada kesempatan untuk berkumpul dengan istri dan anak-anaknya, Suprapto mengajak mereka bercanda dan berdiskusi mengenai banyak hal. Saat itulah Suprapto menasihati anak-anaknya, dan memberi bekal untuk menghadapi masa depan. Suprapto juga memberi kesempatan kepada anak-anaknya untuk bertanya tentang apa saja.

Kepada istri dan anak-anaknya, Suprapto sering berkata bahwa mereka harus selalu percaya kepada Tuhan. Karena Tuhan itu adil adanya. Kalau mereka mohon pertolongan kepada-Nya, tentu Tuhan akan memberikan pertolongan kepada mereka semua.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini