Share

Kisah Haru BJ Habibie Tolak Tawaran Belanda, Alasannya: Ingin Bangun Indonesia!

Dhea Alvionita, Okezone · Rabu 28 September 2022 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 337 2676143 kisah-haru-bj-habibie-tolak-tawaran-belanda-alasannya-ingin-bangun-indonesia-E6RO9w5H2o.jpg BJ Habibie/Foto: Okezone

JAKARTA - Habibie dan Ainun perlahan mulai bangkit dari keterpurukan selama hidup di Jerman. Setelah melewati berbagai rintangan, Habibie makin menguatkan niatnya untuk mencari penghasilan tambahan.

Seperti dikisahkan dalam buku Bacharuddin Jusuf, Habibie & Ainun, Habibie bekerja di sebuah perusahaan Talbot yang bergerak di bidang konstruksi ringan di kereta api dan sempat memenangkan tender.

 (Baca juga: Hebatnya BJ Habibie, 'Dipaksa' Menjadi Penasihat Tim Insinyur Perusahaan Kereta Api Belanda)

Diketahui, saat itu perusahaan Talbot sedang mengadakan negosiasi akhir dengan Perusahaan Deutsche Bundesbahn (DB) mengenai penjualan beberapa ratus Gerbong Kereta Api (KA) yang prototipenya sudah selesai diuji.

Untuk itu, sesuai kontrak kerja dengan Talbot, Habibie akan menerima bonus yang jumlahnya masih di tentukan. Dengan iming-iming bahwa Dipl.-Ing. Makosch ingin bersilahturahmi dengan Habibie. Tetapi sebenarnya dia berniat untuk mengajak Habibie untuk bergabung kembali di Talbot dan memenangkan tender baru lagi.

Menurut Habibie, tawaran Dipl.-Ing. Makosch sangat menarik. Namun, karena kendala utama Habibie adalah waktu. Dia harus menyelesaikan pekerjaannya di Institut Konstruksi Ringan yang membutuhkan banyak waktu dan konsentrasi.

“Riset yang saya utamakan berkaitan dengan program S3 adalah mengembangkan suatu teori untuk dapat menghitung tegangan akibat pemanasan kinetik yang terjadi jika suatu benda bergerak di udara lebih dari tiga kali kecepatan suara,” kata Habibie dikutip dalam buku Bacharuddin Jusuf Habibie, Habibie & Ainun.

Lantaran mengetahui hal tersebut, Dipl.-Ing. Makosch memahami kesibukan Habibie dan kemudian mengusulkan Habibie untuk menjadi penasehat tim Insinyur perusahaan kereta api di Belanda.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Saat tender telah selesai, Dipl.-Ing. Makosch mengajak Habibie untuk makan siang bersama. Pada kesempatan tersebut dia juag menawarkan Habibie menjadi karyawan Talbot, melanjutkan program S3 dan dipersiapkan untuk mengganti posisi Dipl.-Ing. Makosch yang akan masa pensiun tiga tahun kemudian.

“Setelah saya diskusikan dengan Ainun, kami sepakat untuk tidak menerima tawaran Talbot dan tetap melaksanakan tugas sesuai rencana untuk kelak ikut berperan aktif membangun Indonesia,” pungkas Habibie.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini